Kajian Psikolinguistik Kilir Lidah

Selasa 25 Nov 2025 - 22:20 WIB
Reporter : Yuda Pranata
Editor : Yuda Pranata

Simpulan: Bicara itu Tidak Sesederhana yang Terlihat

Dari pengamatan berbagai kilir lidah yang muncul, satu hal yang bisa disimpulkan: berbicara spontan bukan pekerjaan ringan. Manusia bisa saja salah ucap karena proses yang terjadi di otak berlangsung sangat cepat.

Seperti yang dikatakan para ahli, kilir lidah justru membantu kita memahami betapa kompleksnya hubungan antara pikiran dan bahasa. Fenomena ini mungkin kecil, tapi dari situlah kita melihat bahwa bahasa bukan hanya soal suara, melainkan juga soal kerja otak yang luar biasa cepat dan kadang tidak terduga. (*)

*) Dwi Rahma Safitri, Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lampung, Angkatan 2025.

Daftar Rujukan:

Dardjowidjojo, S. (2008). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Yayasan Obor Indonesia.

Jaeger, J. G. (2005). Kid’s Slips: What Young Children’s Slip of the Tongue, Reveal about Languange Development. Lawrence Erlbaum.

Manshur, A., & Istiqomah, F. Z. (2021). Senyapan dan Kilir Lidah dalam Acara Gelar Wicara Mata Najwa 2020 sebagai Kajian Psikolinguistik. Jurnal PENEROKA, 1(1), 24–41.

Mayasari, I. (2015). Senyapan dan Kilir Lidah dalam Produksi Ujaran (Kajian Psikolinguistik). Deiksis, 7(2), 123–132.

Zulfa, I., Setiawan, H., & Maspuroh, U. (2023). Analisis Senyapan dan Kilir Lidah pada Acara Talkshow Indonesia Lawyers Club Episode Sah! Ibu Kota Pindah; Kenapa Menolak. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 1087–1099.

Kategori :