Belum Banyak yang Melirik Handmade Clothing Baju Lukis Unabylarasati
Karya Unabylarasati saat tampil di salah satu acara fashion show Lampung. --FOTO ISTIMEWA
BANDARLAMPUNG - Unabylarasati --usaha handmade clothing baju lukis milik Diajeng Larasati (36)-- yang berada di Kelurahan Beringinraya, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, terus berkembang. Meskipun, belum banyak konsumen yang melirik.
Laras --sapaan akrab Diajeng Larasati-- mengatakan usaha ini dibuat karena ibunya memiliki usaha Batik Siger Lampung dan mengajak untuk terjun ke dunia fashion. ’’Awalnya, aku pakai bahan kain organza yang kemudian dilukis dan dijadikan baju. Aku juga coba-coba untuk jadi desainer dan termotivasi buat karya sendiri,” ujarnya.
Usaha ini, kata Laras, merupakan kerja sampingan yang dibuat karena hobinya pada dunia fashion. ’’Unabylarasati sudah berkembang sejak 2023 dan kini sudah memiliki sekitar 3-5 orang karyawan,’’ katanya.
Laras menjelaskan tidak ada modal yang digunakan karena semua kebutuhan modal bahan berasal dari usaha ibunya. ’’Modal bayar pelatihan lukis, jadi aku bayar sekitar Rp250 ribu,” ungkapnya.
Produk handmade Laras saat ini belum banyak konsumen yang tertarik, justru konsumen loyal dari Bandung yang selalu jadi langganan. ’’Desainnya pure langsung dituangkan di kain. Misalnya, ingin membuat koleksi warna kombinasi hitam-putih. Jadi langsung lukis abstrak. Saat ini belum pakai moodboard, kecuali kalau ada pesanan,” ujarnya.
Tantangan awal merintis dialami Laras saat membuat warna yang diinginkan. ’’Koleksiku belum tentu dianggap bagus sama orang lain. Tapi, aku yakin ke depannya karyaku dilirik banyak konsumen,” yakinnya.
Laras juga menuangkan budaya Lampung pada lukisan baju yang dirinya buat seperti wastra Lampung. Laras mengaku sering mengikuti even fashion show. ’’Momen ramai konsumen nggak menentu. Justru koleksi aku ramai pembeli setelah even fashion show. Jadi kalau boleh jujur, offline store aku belum ramai sama sekali,” jelasnya.