Bandarlampung Genjot Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Jumat 29 Aug 2025 - 20:59 WIB
Reporter : Melida Rohlita
Editor : Yuda Pranata

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menggeber Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025.

Program nasional tahunan ini menjadi senjata penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular berbahaya sekaligus memastikan generasi muda tumbuh sehat, kuat, dan terlindungi.

Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Muhtadi Arsyad Temenggung, menegaskan bahwa imunisasi dalam program BIAS difokuskan pada pemberian vaksin campak, rubella, difteri, tetanus, hingga HPV. 

Menurutnya, ribuan siswa dari SD hingga SMP di seluruh penjuru kota akan disasar demi mencapai target cakupan imunisasi 95 persen.

BACA JUGA:Kadin Lampung Dorong Pertumbuhan Inklusif

“Salah satu program BIAS adalah imunisasi campak. Kegiatan ini masih berjalan, dan imunisasi rubella diberikan untuk mencegah penularan campak pada siswa sekolah dasar. Target kami jelas, seluruh anak usia sekolah mendapatkan perlindungan penuh,” ujar Muhtadi, Jumat (29/8).

Tidak hanya anak sekolah, program BIAS juga menyentuh anak usia 7 hingga 15 tahun yang berada di luar sekolah. 

Mereka bisa mendapatkan imunisasi di puskesmas, posyandu, poskeskel, rumah singgah anak jalanan, yayasan, panti asuhan, sekolah nonformal, hingga balai pemasyarakatan.

Langkah ini, kata Muhtadi, dilakukan agar tidak ada satu pun anak terlewatkan dari perlindungan vaksinasi.

Adapun rincian sasaran imunisasi BIAS 2025 di Bandar Lampung meliputi, Kelas 1 (7 tahun) Vaksin MR (Agustus) dan DT (November) sebanyak 18.095 anak, Kelas 2 (8 tahun) Vaksin Td (November) ada 18.066 anak.

Kelas 5 (11 tahun) Vaksin HPV (Agustus) dan Td (November) sebanyak 9.108 dan 18.688 anak. Kelas 6 (12 tahun) Vaksin HPV (Agustus) ada 1.531 anak dan Kelas 9 (15 tahun) Vaksin HPV (Agustus) ada 8.751 anak.

Muhtadi menambahkan, vaksin HPV hanya diberikan kepada anak perempuan yang belum pernah mendapat dosis vaksin sebelumnya.

Tahun ini, pelaksanaan BIAS melibatkan sedikitnya 308 SD/sederajat dan 160 SMP/sederajat. Selain itu, Dinkes juga melakukan pendataan khusus anak-anak di luar sekolah. 

Semua pelaksanaan akan dipantau secara digital melalui aplikasi Satu Sehat dan SMILE, guna memastikan distribusi vaksin hingga laporan cakupan berjalan akurat dan transparan.

“Kami ingin program ini benar-benar tuntas. Dengan BIAS, kita bisa menekan kasus campak, meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity), serta memastikan anak-anak Bandar Lampung tumbuh lebih sehat dan terlindungi,” pungkas Muhtadi. (mel/c1/yud)

Tags :
Kategori :

Terkait