Masjid Raya Al-Bakrie Lampung Siap Diresmikan 12 September 2025

Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan meninjau langsung progres pembangunan sekaligus menunaikan salat Jumat di Masjid Raya Al-Bakrie, Jumat (29/8). - FOTO DOK. BIRO ADPIM -
Dijelaskan, ada beberapa masukan dan ide-ide yang diberikan oleh Rahmat Mirzani Djausal mengenai pembangunan ke depan di Masjid Raya Al Bakrie.
’’Pesannya juga bukan hanya untuk beribadah, tetapi menjadi ikon, pusat kebudayaan, pendidikan, pusat perkumpulan kegiatan yang tentunya membanggakan Lampung,” ujarnya.
Karenanya, dia melakukan silaturahmi dengan Gubernur Lampung terpilih untuk menyatukak visi-misi pembangunan masjid ke depannya.
’’Nah itu kan kita tidak bisa melakukan sendiri, tentu bekerjasama dengan Pemda, untuk pengelolaan lebih lanjut. Ide ide dalam silaturrahmi ini kira-kira apa yang bisa kita tata, kita tampung dan cerna untuk kedepan kita tata,” kata dia.
Diketahui, Masjid Raya Al Bakrie dibangun atas kontribusi Bakrie Untuk Negeri dan melalui LAZNAS Bakrie Amanah yang bekerja sama dengan Pemprov Lampung. Proses pengerjaan pembangunan masjid ini kini telah mencapai tahap 70%.
Masjid yang terletak di kawasan pusat kota Bandar Lampung ini dibangun di atas lahan lebih dari 2,2 hektare dan memiliki luas bangunan total 12.000 meter persegi. Masjid ini nantinya dapat menampung sekitar 12.000 jamaah dan memiliki beragam fasilitas yang lengkap.
Sementara, terkait proses Pembangunan, masuk bulan ke 21, proses Masjid Raya Al-Bakrie Lampung telah mencapai 70 persen. Ditargetkan, pada bulan ramadhan 1446 H/2025, Masjid Raya Al-Bakrie Lampung yang berada di Kecamatan Enggal, Bandar Lampung dapat digunakan untuk sholat tarawih.
Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie, Aninditha Anestya Bakrie dalam peninjauannya mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai tahap penutupan kubah tersebut.
“Alhamdulillah, pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan kubah Masjid sudah terpasang dengan baik,” ujar Ditha Bakrie sapaan akrabnya, Senin 9 Desember 2024.
Kata Ditha Bakrie, pembangunan-pembangunan di area lainnya akan terus berlanjut dan direncanakan beberapa ruangan dudah dapat digunakan untuk sholat oleh masyarakat di bulan suci Ramadhan 1446 H.
“Dengan dibangunnya Masjid Raya Al-Bakrie, semoga dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas ibadah serta dalam kehidupan sosial-ekonomi, terutama bagi masyarakat kota Bandar Lampung,” ucapnya.
Disampaikan Ditha Bakrie, Masjid Raya Al-Bakrie Lampung didesain oleh perusahaan arsitektur Urbane yang sudah banyak mendesain Masjid-Masjid besar dan kenamaan.
Seperti Masjid Raya Al Jabbar di Bandung dan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Sumatra Barat. Terletak di kawasan pusat kota Bandar Lampung, Masjid Raya Al-Bakrie berdiri ditanah seluas lebih dari 2,2 hektar, dengan luas bangunan total 12.000 m2.
Lanjut Ditha Bakrie, bangunan Masjid terdiri dari tiga lantai, yaitu lantai dasar, lantai mezanin dan satu lantai semi basement.
Lantai dasar digunakan sebagai area utama sholat, sedangkan lantai mezanin untuk area sholat wanita, dan area tambahan sholat.