Puluhan Santri di Lampung Timur Diduga Keracunan Usai Santap Makanan MBG, Polisi Tunggu Hasil Uji Lab

Santri Pondok Al-Ishlah Lampung Timur diduga keracunan usai makan program MBG. Saat ini, kondisi mereka berangsur membaik. -FOTO IST -

Hal senada juga dikatakan Marwan (31), warga Kecamatan Kalianda. Dia menilai menu makanan dengan bentuk seperti ini tidak layak disebut MBG. Jika diseriusi, program ini sangatlah bagus karena MBT diberikan kepada siswa dan siswi di jenjang PAUD hingga SMA/sederajat untuk mengatasi masalah gizi. 

"Kalau begini ceritanya bukan perbaikan gizi, ini mah sarapan doang. Enggak ada gizi-gizinya sama sekali," kata dia.

Informasinya, pendistribusian operasional MBG ini menyasar ribuan siswa mulai dari jenjang PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, dan posyandu. radarlamsel masih mencari tahu dari mana asal SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang mendistribusikan MBG di dua kecamatan itu. (din/rnn/c1/abd) 

 

Tag
Share