Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Megathrust dan Tsunami

Sekprov Lampung Marindo Kurniawan mengikuti rapat virtual kesiapsiagaan menghadapi potensi megathrust dan tsunami, Kamis (28/8). -FOTO DOK. BIRO ADPIM -

Diberitakan sebelumnya, Gempa bumi Megathrust tidak menutup kemungkinan terjadi di Lampung. Jika hal tersebut terjadi, masyarakat dapat menghadapinya dengan pola 20:20:20.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan potensi gempa bumi Megathrust ini dapat memicu terjadinya tsunami.

Untuk menghadapi potensi tersebut, perlu peningkatan kemampuan mitigasi kepada masyarakat Lampung, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir. 

’’Megathrust berada di lempeng benua yang bergerak terus dan ada yang saling mendorong,” ujar Rudy, Selasa (10/9).

Untuk di Lampung, semua daerah pesisir Lampung berisiko, seperti Lampung Selatan, Bandarlampung, Pesawaran, Tanggamus, hingga Pesisir Barat.

Dia mengungkapkan ada beberapa titik Megathrust di Indonesia yang belum pernah muncul gempa, di antaranya Selat Sunda. Lalu ada Mentawai, Cilacap, dan Banyuwangi. 

Megathrust adalah potensi, bukan lagi prediksi dan hal tersebut sudah dikaji secara sains. ’’Potensi ada, tetapi kapan waktunya ini yang tidak bisa diprediksi,” katanya.

Untuk mengantisipasi datangnya gempa Megathrust dengan kekuatan 8,8 magnitudo, sambung Rudy, BPBD Lampung juga membagikan tips 20:20:20 bagi masyarakat Lampung untuk menyelamatkan diri. Terutama yang berada di pinggir pantai.

’’Jika merasakan getaran 20 detik, maka Anda hanya punya waktu 20 menit untuk lari ke ketinggian 20 meter,” ungkapnya. (adpim/c1/abd)

 

 

Tag
Share