Dunia Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit Nasser

Jumat 29 Aug 2025 - 20:52 WIB
Reporter : Rizky Panchanov
Editor : Rizky Panchanov

JAKARTA – Gelombang kecaman internasional kembali mengarah ke Israel setelah militer negara tersebut melancarkan serangan udara ke Rumah Sakit Nasser yang berada di Khan Younis, Jalur Gaza, pada Senin (25/8).

Serangan itu menewaskan sedikitnya 20 orang sipil, termasuk lima jurnalis yang tengah bertugas melaporkan kondisi lapangan.

Peristiwa tersebut menambah panjang daftar korban dari serangan yang menargetkan fasilitas publik, terutama rumah sakit yang seharusnya mendapat perlindungan di bawah hukum humaniter internasional.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit, menyampaikan pernyataan keras mengecam serangan tersebut.

Menurutnya, kematian para jurnalis bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari rangkaian tindakan yang secara sistematis menargetkan warga sipil Gaza.

Ia juga menuding Israel berusaha menutup-nutupi situasi nyata di lapangan dengan cara membungkam suara-suara yang berpotensi mengungkap fakta.

“Dunia internasional tidak boleh hanya diam melihat tragedi ini. Jika terus bungkam, sama saja menutup mata atas kekejaman yang sedang berlangsung,” tegas Aboul-Gheit.

Nada serupa juga datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Juru bicara PBB, Ravina Shamdasani, menekankan bahwa jurnalis merupakan bagian dari warga sipil dan seharusnya dilindungi, bukan dijadikan target.

Ia menyebut peristiwa ini sebagai kabar mengejutkan sekaligus pelanggaran serius terhadap prinsip hukum internasional.

“Pembunuhan jurnalis bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat dunia untuk mengetahui kebenaran,” ujar Shamdasani.

Sementara itu, Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyebut tragedi di Rumah Sakit Nasser ibarat upaya “membungkam suara” yang selama ini mengungkap penderitaan anak-anak Gaza, khususnya di tengah situasi krisis pangan yang semakin parah.

“Ketidakpedulian dunia internasional terhadap penderitaan rakyat Gaza benar-benar mengejutkan,” tulis Lazzarini dalam unggahan di akun X pribadinya.

Lembaga kemanusiaan internasional Médecins Sans Frontières (MSF) atau Doctors Without Borders juga turut menyampaikan belasungkawa sekaligus kecaman. Dalam pernyataannya, MSF menilai Israel secara sengaja menargetkan saksi-saksi kunci atas dugaan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

“Selama Israel terus mengabaikan hukum internasional dan menargetkan para saksi genosida, tragedi ini akan terus berulang. Situasi seperti ini harus dihentikan segera,” tegas organisasi tersebut.

Serangan ke Rumah Sakit Nasser menambah sorotan dunia terhadap konflik yang tak kunjung usai di Gaza. Banyak pihak menilai bahwa target serangan terhadap fasilitas kesehatan dan jurnalis menjadi bukti nyata adanya pelanggaran berat terhadap prinsip kemanusiaan. (*)

Kategori :