Kadin Lampung Dorong Pertumbuhan Inklusif

FOTO BERSAMA: Dialog ekonomi dengan tema ’’Pertumbuhan Ekonomi Lampung: Peluang Tumbuh Lebih Tinggi dan Kenyataan Rill” di sekretariat Kadin Lampung, Jumat (29/8).-FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA -

Siapkan Rekomendasi ke Pemerintah

BANDARLAMPUNG - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung menggelar dialog ekonomi dengan tema "Pertumbuhan Ekonomi Lampung: Peluang Tumbuh Lebih Tinggi dan Kenyataan Rill" di sekretariat Kadin Lampung, Jumat (29/8).

Diskusi ini bertujuan memberikan masukan strategis ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terkait kondisi perekonomian rill di lapangan, yang sering tidak tercermin dari data makro semata.

Diskusi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Asriani Hendi Caya serta dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung Mulyadi Irsan.

BACA JUGA: Uang Komite Dihapus, Harus Ada Solusi Meng-cover Dana BOS

Wakil Ketua Umum KADIN Lampung, Romi J Utama, mengungkapkan bahwa hasil dari diskusi yang melibatkan berbagai pihak seperti Pemprov Lampung, Badan Pusat Statistik (BPS), Universitas Lampung (Unila), dan Bank Indonesia (BI) akan dirangkum menjadi satu rekomendasi komprehensif. 

"Hasil diskusi hari ini sangat berbobot," ujar Romi usai diskusi ekonomi, Jum'at 29 Agustus 2025.

Kata Romi, rekomendasi ini akan disampaikan sampaikan ke dua pihak. Pertama, rekomendasi akan diserahkan kepada Gubernur Lampung. Romi menekankan pentingnya Pemprov untuk tidak hanya melihat data makro ekonomi yang sering kali memabukkan dan menyesatkan, tetapi juga memperhatikan kondisi mikro secara langsung.

"Kondisi riil yang kita lihat, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ternyata tidak sejalan dengan tingginya tingkat kemiskinan," kata Romi. 

Ia menyoroti kesenjangan yang terjadi, di mana pertumbuhan ekonomi lebih banyak didorong oleh sektor perdagangan, sementara sektor pertanian yang melibatkan lebih dari 60 persen penduduk berpendidikan SD tidak merasakan dampak signifikan.

Kedua, rekomendasi ini akan dibawa oleh Ketua KADIN Lampung, Muhammad Khadafi, kepada Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie.

Romi menjelaskan bahwa Anindya Bakrie yang saat ini merupakan tim ekonomi Presiden diharapkan dapat membawa investor dan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi Provinsi Lampung.

Dalam diskusi tersebut, terungkap fakta miris dari sektor pertanian. Menurut ahli pertanian dari Unila, jumlah petani di Lampung terus berkurang. Petani milenial dan Gen Z tidak tertarik untuk terjun ke sektor ini. 

Akibatnya, sektor pertanian didominasi oleh generasi tua yang minim akses terhadap mekanisasi, teknologi, dan pengetahuan baru. "Ini salah satu penyebab tingkat kemiskinan di Lampung tinggi," jelas Romi.

Tag
Share