BBM Sulit di Waykanan, Warga Harap Pertamina Tambah Pasokan dan Aktifkan SPBU Mati

ANTRE: Kondisi SPBU di Waykanan yang mengalami antrean panjang -Foto Hermansyah/Radar Lampung -

BLAMBANGANUMPU – Masyarakat Kabupaten Waykanan mendesak Pertamina untuk segera menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalur lintas Sumatera.

Selain itu, warga juga berharap agar SPBU di Kampung Tiuh Balak, Kecamatan Baradatu, dapat kembali beroperasi sehingga warga tidak perlu mengantre berjam-jam hanya untuk memperoleh beberapa liter BBM bersubsidi.

Berdasarkan pantauan warga, dari empat SPBU di wilayah Waykanan, hanya SPBU Bumi Ratu, Kecamatan Umpu Semenguk yang tampak aktif beroperasi setiap hari.

Sementara SPBU Gunung Katun Baradatu, SPBU Negeri Baru Umpu Semenguk, serta SPBU Gunung Sangkaran, Blambangan Umpu, kerap terlihat sepi karena BBM tidak tersedia.

“Awalnya saya mengantre di SPBU Bumi Ratu, tapi antreannya sangat panjang. Saya pindah ke SPBU Negeri Baru, ternyata BBM kosong. Lalu ke Gunung Sangkaran pun sama saja, katanya BBM tidak ada. Akhirnya saya terpaksa membeli BBM eceran di pinggir jalan agar bisa pulang ke kampung saya di Negara Batin,” ujar Joni, warga Negara Batin, Jumat (29/8).

Joni menilai kondisi ini janggal. Pasalnya, di saat antrean di SPBU Bumi Ratu mengular hingga ratusan meter, SPBU lain justru tampak sepi tanpa stok BBM.

“Kami tidak tahu apakah memang distribusi BBM tidak merata atau ada masalah lain. Yang jelas, pemerintah daerah harus segera turun tangan. Bukan hanya saya yang kesulitan, banyak warga lain, terutama yang tinggal di pedalaman 30 hingga 40 kilometer dari SPBU,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Anto, warga Kampung Kotawai, Kecamatan Kasui. Ia menilai, distribusi BBM seharusnya memperhatikan hak seluruh masyarakat Waykanan tanpa terkecuali.

“Sejak 10 sampai 15 tahun terakhir, kami di pedalaman selalu kesulitan mendapatkan BBM. Katanya ada jatah, tapi pegawai SPBU sering bilang stok selalu dikurangi. Padahal kami juga punya KTP, artinya berhak mendapatkan BBM sama seperti masyarakat di daerah lain,” ujar Anto dengan nada kecewa.

Dari hasil konfirmasi Radar Lampung di SPBU Bumi Ratu, pihak pengelola mengakui bahwa pasokan BBM justru sering dikurangi, bukan ditambah. Akibatnya, stok sering habis sebelum sore hari.

“Tidak ada penambahan, malah pengiriman sering dikurangi. Bisa dilihat sendiri antrean panjang seperti ini. Kami pastikan tidak ada pengecoran di sini, masalahnya memang pasokan tidak pernah cukup. Informasi yang kami dengar, ada beberapa SPBU lain di lintas Sumatera ini yang buka-tutup, jadi pembeli menumpuk di sini,” jelas salah seorang petugas SPBU Bumi Ratu.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Waykanan belum dapat dimintai keterangan. Baik Kepala Dinas maupun Sekretaris tidak merespons upaya konfirmasi wartawan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga khawatir akan menimbulkan persoalan serius di masyarakat.

Terlebih, muncul dugaan adanya praktik kecurangan di sejumlah SPBU, seperti tidak melakukan tera ulang pompa dan kerap mengaku kehabisan stok meski sebenarnya masih tersedia.(*)

Tag
Share