Hasto Beri Statemen Menohok Soal PDIP Tak Usung Anies Baswedan
SEKJEN PDIP HASTO KRISTIYANTO -FOTO IST -
RADAR LAMPUNG, JAKARTA - Anies Baswedan batal maju dalam Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2024, setelah sebelumnya dikabarkan akan diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP) berpasangan dengan Ono Surono.
Pada Kamis (29/8) malam, PDI Perjuangan resmi mendaftarkan Jeje Wiradinata dan Ronal Sunandar sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jabar 2024 ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jabar.
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa sejak Kamis sore, partainya memang memiliki opsi antara mengusung Ono Surono dan Jeje Wiradinata untuk Pilkada Jabar 2024.
“Sejak sore, muncul opsi antara Pak Ono Surono dengan Pak Jeje,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).
Hasto mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan mempertimbangkan komposisi kandidat dari partai lain dan memutuskan untuk memilih sosok muda sebagai calon wakil gubernur Jabar.
BACA JUGA:Lampung Kembali Diperkuat Atlet Terjun Payung Peraih Medali Emas PON 2016
“Setelah mencari sosok muda yang memiliki kemampuan komunikasi baik, kami memilih Ronal Sunandar sebagai cawagub,” jelasnya.
Hasto menambahkan bahwa PDI Perjuangan juga menerima aspirasi publik yang menyarankan agar partai tersebut mengusung Anies Baswedan, Susi Pudjiastuti, atau Sandiaga Uno.
“Namun, aspirasi masyarakat Jabar menginginkan calon yang berasal dari kalangan mereka sendiri. Maka, kami memutuskan untuk mengusung Jeje dan Ronal,” ujarnya.
Hasto juga mengungkapkan bahwa Ono Surono akan ditugaskan sebagai Ketua Tim Pemenangan Jeje-Ronal. Menurutnya, Ono, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, memiliki pengalaman politik yang dibutuhkan untuk mengkonsolidasikan kekuatan partai di wilayah yang luas ini.
“Pengalaman Pak Ono sebagai anggota DPR RI sangat penting untuk memimpin tim pemenangan di Jabar,” kata Hasto.
Sebelumnya, Anies Baswedan santer dikabarkan akan menjadi cagub Jabar berpasangan dengan Ono Surono sebagai cawagub. Namun, Juru Bicara Tim Operasional Anies, Sahrin Hamid, menyebutkan bahwa Anies memutuskan untuk tidak maju karena tidak menerima aspirasi untuk memimpin Jabar. (ast/jpnn/abd)