Prism Bantu Percepat Riset Ilmiah
Ilustrasi aplikasi Prism milik OpenAI. FOTO DOK. OPENAI/ISTIMEWA--
BANDARLAMPUNG - OpenAI resmi merilis Prism, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu ilmuwan, peneliti, dan akademisi dalam menyiapkan riset hingga publikasi ilmiah.
OpenAI berharap Prism dapat memberikan dampak bagi dunia sains serupa dengan yang telah dilakukan agen pengkodean seperti Claude Code dan platform Codex dalam bidang pemrograman.
Peluncuran Prism menandai langkah strategis OpenAI dalam memperluas pemanfaatan AI ke dalam alur kerja ilmiah, mulai dari penulisan naskah, pengelolaan referensi, hingga perencanaan pembelajaran di dunia akademik.
Prism dibangun di atas Crixet, platform LaTeX berbasis cloud yang diumumkan OpenAI telah diakuisisi pada hari yang sama. LaTeX merupakan sistem penyusunan huruf standar global untuk menulis dokumen ilmiah, jurnal akademik, dan laporan penelitian.
Hampir seluruh komunitas ilmiah internasional mengandalkan LaTeX karena presisi dan konsistensinya. Namun, penggunaan LaTeX juga dikenal kompleks, terutama untuk tugas-tugas seperti membuat diagram teknis menggunakan TikZ, menyusun struktur dokumen jurnal, dan mengelola sitasi dan bibliografi lintas format.
Selain LaTeX, ilmuwan biasanya harus berpindah-pindah antara berbagai perangkat lunak lain saat menyiapkan publikasi, yang sering kali memakan waktu dan meningkatkan risiko kesalahan teknis.
Di sinilah Prism hadir sebagai solusi terpadu. Seperti Crixet sebelumnya, Prism menawarkan pengeditan LaTeX tingkat lanjut, tetapi kini dilengkapi asisten AI bawaan yang jauh lebih canggih.