Prism Bantu Percepat Riset Ilmiah
Ilustrasi aplikasi Prism milik OpenAI. FOTO DOK. OPENAI/ISTIMEWA--
“Pandangan kami adalah mengintegrasikan AI langsung ke dalam alur kerja ilmiah dengan cara yang menjaga akuntabilitas dan memastikan peneliti tetap memegang kendali,” tambahnya.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip trustworthiness dalam experience, expertise, authoritativeness, dan trust (EEAT), di mana transparansi dan verifikasi tetap menjadi fondasi riset ilmiah.
Selain mendukung riset, Prism juga dirancang untuk kebutuhan pendidikan tinggi. Dalam demo yang sama, OpenAI memperlihatkan bagaimana Prism digunakan untuk menyusun rencana pembelajaran program pascasarjana, merancang silabus mata kuliah kompleks seperti relativitas umum, serta menghasilkan kumpulan soal dan latihan akademik.
OpenAI membayangkan fitur ini membantu dosen dan profesor mengurangi waktu untuk tugas rutin, sehingga dapat lebih fokus pada pengajaran, bimbingan, dan pengembangan pemikiran kritis mahasiswa.
Untuk menjaga kualitas akademik, Prism dirancang agar dapat bekerja dengan basis data ilmiah tepercaya, termasuk jurnal bereputasi dan arsip riset terbuka. Pendekatan ini bertujuan mengurangi bias sumber, meningkatkan kualitas referensi, dan menjaga standar ilmiah internasional.
Integrasi ini menjadi bagian penting dari strategi OpenAI agar AI tidak hanya cepat, tetapi juga relevan dan dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks ilmiah.
Saat ini, Prism tersedia bagi siapa saja yang memiliki akun ChatGPT pribadi, dengan dukungan proyek tanpa batas dan kolaborator tanpa batas.