Lampung Jadi Pusat Doa Dunia

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sedang berbincang dengan para tokoh yang hadir pada Tablig Akbar Indonesia Berdoa 2025 di Kotabaru, Lampung Selatan.-FOTO IST -

“Kita ingin memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan bisa beribadah dengan tenang,” ucapnya di sela-sela peninjauan.

Pemprov Lampung sendiri telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk menjamin kelancaran kegiatan berskala internasional ini. Layanan kesehatan disiagakan di sejumlah posko strategis, sementara dukungan teknis dan logistik turut disiapkan guna memperlancar distribusi kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.

Tak hanya itu, sejumlah perbaikan infrastruktur juga telah dilakukan jauh hari sebelumnya, mulai dari penambalan jalan hingga peningkatan akses menuju lokasi acara. Langkah ini diambil demi memastikan mobilitas jemaah tetap lancar meski jumlah peserta diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

Panitia menyebut, jemaah datang dari lebih 40 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Afrika, dan Asia. 

Di tengah suasana religius yang penuh kekhidmatan, kehadiran Mirza yang turun langsung dan menyatu bersama umat menghadirkan pesan kuat, bahwa harmoni, kebersamaan, dan doa kolektif adalah fondasi penting dalam menjaga kesejukan sosial di Bumi Ruwa Jurai.

Melalui Indonesia Berdoa, Lampung tak hanya menjadi tuan rumah acara keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan spiritual lintas bangsa yang mempererat persaudaraan dan menebar harapan akan keberkahan serta kedamaian.

Dari video yang bererdar banyak tokoh yang hadir, pada Jumat 28 November 2025 mulai dari Menteri Agama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Gubernur Bengkulu, Anis Baswedan, Ustadz Derry Sulaiman, dan lainnya.

Pelaksanaan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 di Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, pada 28 sampai 30 November 2025, dihadiri berbagai kalangan termasuk sembilan mantan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI). 

Kehadiran para diplomat senior ini memperkuat pesan persatuan umat sekaligus menegaskan posisi Lampung sebagai tuan rumah pertemuan ulama berskala internasional.

Jutaan umat muslim dari berbagai negara dan seluruh provinsi di Indonesia diperkirakan memadati lokasi acara.

Selain dihadiri tokoh-tokoh ulama, momen ini juga menjadi istimewa karena para mantan Dubes RI turut larut dalam rangkaian ibadah, mulai dari salat berjamaah, zikir, doa bersama, qiyamullail hingga i’tikaf yang dipusatkan di Khitoh Forsimula, tepatnya di Posko Forsimula, Gedung Adat Kota Baru.

Adapun sembilan mantan Dubes RI yang hadir yakni Ketua Umum Forum Silaturahmi Muslim Lampung (Forsimula) Komjen Pol (Purn) Drs. H. Sjachroedin ZP, SH, mantan Dubes RI untuk Kroasia, serta delapan mantan Dubes lainnya yang telah tiba di Lampung sejak Kamis, 27 November 2025.

Mereka adalah Handriyo Kusumo Priyo – Dubes RI untuk Brunei Darussalam;  Suprapto – Dubes RI untuk Tahta Suci dan Afrika Selatan; Bunyan Saptomo – Dubes RI untuk Bulgaria; Priyo Iswanto – Dubes RI untuk Kolombia.

Kemudian, Sudirman Haseng – Dubes RI untuk Nigeria dan Kamboja; Raudin – Dubes RI untuk Libya; Komjen Pol (Purn) Nurfaizi – Dubes RI untuk Mesir; Abdul Wahid Maktub – Dubes RI untuk Qatar; dan Andradjati – Dubes RI untuk Senegal

Sekretaris Jenderal Forsimula, Tauhidi, menyampaikan bahwa para mantan Dubes tersebut sudah mulai melaksanakan i’tikaf sejak Kamis malam di Posko Forsimula.

Tag
Share