Sidak Parcel dan Gudang Makanan, Tim Gabungan Pemkot Bandar Lampung Temukan Hal Mengejutkan

SIDAK: Tim gabungan Pemkot Bandarlampung saat sidak parcel dan gudang makanan, Kamis (28/3). -FOTO MELIDA/RADAR LAMPUNG -

BANDARLAMPUNG- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bagi penjual parsel musiman, hingga pengecekan gudang makanan yang ada di Kota Tapis Berseri, Kamis (28/3). 

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketahanan Pangan M. Yusuf mengatakan pihaknya didampingi beberapa Instansi dalam menyidak parcel dan gudang makanan tepat menjelang hari Raya Idul Fitri sebagai salah satu upaya pencegahan peredaran makanan berbaya.

"Kita bersama tim satgas baik itu Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, kepolisian dan BPOM Lampung mengecek pedagang parcel musiman yang sumbernya tidak diketahui. Mereka bukan lah seperti pasar modern, dari mana barangnya jelas. Mereka juga punya daftar makanan itu, nah untuk itu kita turun. Tapi hasilnya kita menunggu BPOM," katanya.

BACA JUGA:Cuci Uang Hasil Narkoba, Jaksa Tuntut Selebgram Adelia Putri Salma 7 Tahun Penjara

Selain parcel, pihaknya juga turun ke gudang-gudang buah buahan serta gudang penyimpanan makanam yang ada di Enggal, Bandarlampung.

"Gudang yang mereka punya ada penyimpanan makanan kecil, dan juga kita ambil samplenya. Kita uji kimia seperti apakah ada pestisida dan sebagainya" ungkapnya.

Hanya saja kata Yusuf, pihaknya menemukan banyak hal yang tidak berstandar kesehatan diantaranya makanan yang tidak  memiliki izin edar, hingga temuan makanan kadaluarsa.

BACA JUGA:Dishub Temukan 38 Bus AKDP Tidak Layak Jalan

"Di sana banyak sekali temuan register, produk kadaluarsa, cara pemisahan makanan, yang bersebelahan dengan yang bukan makanan atau barang busuk. Maka saya minta Diskes, dan Dinas Pertanian dan Polisi memberikan keterangan sesuai kewenangannya," tegasnya.

Selain itu, menurutnya sidak ini nanti ada konsekuensi, terutama untuk gudang  makanan yang dapat banyak temuan itu.

"Apakah dia mematuhi rekomendasi kita, contoh ada berita acara pemusnahan barang dan itu segera dikirim feedback ke BPOM. Kalau tidak, akan ada sanksi di gudang Asia Food tadi,"tandas Yusuf.

BACA JUGA:Mahasiswa FH Unila Menjadi Korban TPPO Sudah Kembali

Sementara PPAM BPOM  Firdaus Umar menyatakan hasil uji dari parcel yang diambi menunjukan resiko aman, namu sekali lagi lain hanya dengan gudang makanan tersebut.

"Untuk parsel aman, di gudang ditemukan juga makanan yang tidak mempunyai izin edar. Semua itu kita sisihkan, untuk diuji dan kita konfrimasi distributor terkait barang tersebut,"urainya.

Tag
Share