Protes Jalan Poros Negeriagung Rusak, Warga Mandi di Kubangan Jalan Berlumpur

PROTES: Aksi Pakde Agus Bajak yang mandi di genangan jalan poros Negeriagung Waykanan viral di media sosial. -FOTO IST-

BLAMBANGANUMPU – Masyarakat Kecamatan Negeriagung, khususnya warga Kampung Kotabaru, Sunsang, Penengahan, Gedungmenang, Kotabumi dan Gedungharapan, Waykanan mengeluhkan parahnya kerusakan jalan poros kabupaten di wilayah mereka. 

Kondisinya dinilai sangat memprihatinkan, padahal ruas tersebut merupakan akses utama warga dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Keluhan warga turut viral di media sosial. Jalan tersebut tidak hanya menghubungkan enam kampung, tetapi juga menjadi jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Negeriagung dengan Kecamatan Blambanganumpu serta Kecamatan Pakuaratu. 

Warga menilai kerusakan semakin parah karena sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. Saat musim hujan, jalan berubah layaknya aliran sungai, sementara lubang-lubang besar menyerupai kubangan kerbau.

Akibatnya, warga yang setiap hari melintas untuk ke pasar, sekolah, maupun mengangkut hasil pertanian harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke lubang yang tergenang air dan berlumpur.

“Sebagai warga negara yang taat pajak, kami berhak meminta pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Jalan yang dilalui masyarakat justru seperti kurang diperhatikan, sementara yang diperbaiki malah jalan-jalan menuju perkebunan perusahaan,” ujar Fahrudin, warga Negeriagung.

Keluhan serupa juga disampaikan akun Facebook Pakde Agus Bajak yang mengunggah video kondisi jalan hingga menjadi viral dan masuk FYP hingga mendapat seribu komentar lebih dan telah ditonton 195 ribu pengguna.

Dalam unggahannya, menyampaikan langsung permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah.

“Pak Presiden Prabowo, tolong jalan kami diperhatikan,” ucapnya dalam video tersebut, sambil menunjukkan kondisi jalan yang disebutnya mirip wahana ekstrem.

Pria berambut gondrong ini pun kemudian mandi di kubangan jalan berlumpur tersebut. 

Menanggapi hal itu, Camat Negeriagung Hepi Haryanto menjelaskan pihak kecamatan tidak memiliki anggaran untuk perbaikan.

Ia menegaskan usulan perbaikan sudah disampaikan dalam setiap Musrenbang, tapi anggaran pemerintah daerah belum ada.

“Kami di kecamatan hanya bisa mengusulkan. Tindak lanjutnya ada di Dinas PU,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Waykanan, Edwin Bavur menegaskan keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah belum mampu memenuhi harapan warga.

Tag
Share