Nasib Patrick Kluivert Masih Tanda Tanya
KALAH: Timnas Indonesia usai kalah dari Irak di Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. -Foto Iraq_en-
JAKARTA – Nasib Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia masih menjadi teka-teki setelah skuad Garuda dipastikan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.
Pelatih asal Belanda itu akhirnya buka suara mengenai kelanjutan kontraknya usai timnya menelan kekalahan 0-1 dari Irak pada laga kedua Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat Indonesia menempati posisi terbawah Grup B, setelah sebelumnya juga kalah 2-3 dari Arab Saudi.
Dengan demikian, harapan publik Tanah Air untuk menyaksikan Garuda tampil di ajang Piala Dunia 2026 resmi sirna.
Menanggapi situasi tersebut, Kluivert mengaku belum dapat memastikan apakah dirinya akan mundur atau tetap melanjutkan kontrak bersama PSSI hingga 2027 sesuai perjanjian awal.
“Belum ada rencana yang pasti,” ujar Kluivert
“Kita perlu menenangkan diri dan merenungkan apa yang telah dilakukan. Saat ini saya benar-benar belum tahu bagaimana kelanjutan masa depan saya,” sambungnya.
Pelatih berusia 49 tahun itu resmi ditunjuk menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025 dengan target membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 2026.
Selama menukangi skuad Garuda, Kluivert telah memimpin enam pertandingan kualifikasi, mencatat dua kemenangan dan empat kekalahan, dengan produktivitas lima gol dan kebobolan 15 kali.
Kegagalan ini membuat Kluivert menuai kritik tajam dari publik. Tagar #KluivertOut sempat trending di media sosial X.
Banyak warganet menilai permainan timnas di bawah arahannya belum menunjukkan pola yang konsisten dan solid.
Namun, sejumlah pihak berpendapat Kluivert belum memiliki waktu yang cukup untuk membangun sistem permainan yang stabil mengingat baru beberapa bulan menukangi timnas.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah akan mengevaluasi performa Timnas Indonesia setelah kegagalan melaju ke Piala Dunia 2026.
“Kita akan evaluasi dan memperbaiki lagi,” kata Prasetyo saat ditemui di Kertanegara, Minggu (12/10) malam.