Pelaku Dorong Motor Korban 100 Meter

DITANGKAP: Pelaku HS diamankan Polsek Bumi Ratu Nuban setelah nekat mencuri motor milik korbannya. -FOTO IST-

GUNUNGSUGIH - Polsek Bumi Ratu Nuban berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) pada Jumat (11/4) sore.

Kapolsek Bumi Ratu Nuban, Iptu Roma Irawan Putra menjelaskan kasus ini bermula dari laporan masyarakat atas kehilangan satu unit sepeda motor di wilayah Kampung Bumi Raharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

"Korban dalam peristiwa ini adalah MH (58) seorang petani asal Kampung Bumi Raharjo," kata Iptu Roma dalam keterangan resminya.

Aksi pencurian tersebut terjadi sekitar bulan Desember 2024, sekitar pukul 22.00 WIB, di emperan samping kiri rumah korban.

Iptu Roma mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui pelaku adalah HS alias Centeng, yang juga merupakan warga kampung setempat.

"Pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang memarkir sepeda motor merk Yamaha Vega R miliknya tanpa mengunci stang," jelasnya.

Pelaku lalu mendorong sepeda motor tersebut sejauh kurang lebih 100 meter hingga ke gang kecil.

Setelah sampai di lokasi yang cukup sepi, pelaku kemudian menghidupkan motor tersebut dan membawa kabur menuju arah Jalan Raya Wates.

"Menurut keterangan korban, kunci kontak sepeda motor itu telah rusak, sehingga mudah dihidupkan," terang Kapolsek.

Lebih lanjut, setelah pihaknya melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Tekab 308 Presisi Polsek Bumi Ratu Nuban saat berada di sebuah minimarket di Kampung Suka Jawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah.

"Tanpa perlawanan, pelaku langsung kami amankan dan dibawa ke Polsek Bumi Ratu Nuban untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” tambahnya.

Namun, kata Kapolsek, satu unit sepeda motor milik korban belum berhasil ditemukan karena menurut pengakuan pelaku, motor tersebut telah dijual.

"Saat ini, pihak Kepolisian masih melakukan upaya pengembangan untuk menemukan barang bukti kendaraan yang telah dijual tersebut," ungkapnya. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPidana, ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.(rls/nca)

Tag
Share