“Aku sudah muak dengan laga seperti ini,” kata Tudor sambil tertawa dalam wawancara dengan Sky Sport Italia. Setelah bercanda, ia kembali serius menekankan kelemahan timnya.
“Kami terlalu sering kebobolan. Meski kami juga mampu mencetak banyak gol, hal seperti ini tidak bisa terus berulang,” ujarnya.
Menurut Tudor, kondisi fisik anak asuhnya menjadi tantangan besar.
"Di babak kedua, menjaga energi sangat sulit ketika kami hanya punya jeda tiga hari setelah pertandingan berat. Sementara itu, Borussia Dortmund di akhir pekan mendapatkan lawan yang jauh lebih ringan,” paparnya.
Meski begitu, ia tetap memuji semangat juang skuadnya, terutama para pemain yang turun dari bangku cadangan.
Dusan Vlahovic menjadi contoh nyata. Masuk pada menit ke-60, striker asal Serbia itu sukses mencetak dua gol penting.
“Borussia Dortmund memiliki kualitas individu di setiap lini. Kami memang sempat kehilangan intensitas, tapi setiap kali menyerang, kami selalu berbahaya,” lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.
Sejak awal laga, Juventus tampil menekan.
Peluang pertama lahir di menit ke-4 lewat tendangan jarak jauh Khephren Thuram yang berhasil ditepis kiper Dortmund, Gregor Kobel.
Tekanan tuan rumah berlanjut pada menit ke-25.
Gleison Bremer melepaskan sepakan voli setelah memanfaatkan bola liar, tetapi arah tembakannya masih melenceng.
Enam menit kemudian, Jonathan David juga memberi ancaman lewat tembakan keras, namun bola hanya melambung tipis di atas mistar. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat drastis.
Juventus tetap menekan, tetapi Dortmund mulai mampu mengimbangi kecepatan tuan rumah.
Die Borussen akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-52.
Berawal dari assist Serhou Guirassy, bola diselesaikan dengan sempurna oleh Karim Adeyemi yang mengarahkan tembakan ke sudut kanan gawang Juventus. Skor berubah menjadi 0-1.