Digital Nomad, Kerja Fleksibel Sambil Menjelajahi Dunia

Jumat 29 Aug 2025 - 21:28 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Syaiful Mahrum

PERNAHKAH Anda bekerja sambil berpindah-pindah tempat dengan tetap produktif secara daring? Jika iya, besar kemungkinan Anda sudah menjalani gaya hidup digital nomad.

 

Istilah itu berasal dari kata “nomaden” yang berarti berpindah-pindah, kemudian dipadukan dengan konsep kerja digital.

 

Hasilnya adalah pola kerja fleksibel yang tidak terikat lokasi. Seseorang bisa bekerja dari kafe, ruang coworking, pegunungan, bahkan pantai.

 

Fenomena digital nomad mulai populer sekitar tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 memaksa banyak orang bekerja dari rumah.

 

Seiring waktu, tren itu berkembang melampaui batasan ruang kerja konvensional. Namun, sebenarnya istilah digital nomad sudah diperkenalkan sejak 1997 oleh Tsugio Makimoto dan David Manner dalam buku mereka.

 

Tren itu semakin kuat pada 2006 lewat buku The 4-Hour Work Week karya Tim Ferriss, dan makin didukung pesatnya teknologi digital pada dekade 2010-an.

 

Secara umum, terdapat dua tipe digital nomad yang banyak dijalani masyarakat. Pertama adalah workcation, yakni bekerja sambil berlibur. Kedua, bleisure, kombinasi antara perjalanan bisnis dengan waktu senggang.

 

Pekerjaan yang sering dijalani digital nomad, antara lain, blogger, asisten virtual, marketing digital, penerjemah, voice over, hingga desainer grafis.

Tags :
Kategori :

Terkait