Kunjungan Perpusda Diklaim Naik

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung, Hidayat Ismet saat diwawancarai di ruang kerjanya.-foto indri septia paradila -

BANDARLAMPUNG - Pemanfaatan gedung perpustakaan baru di Kota Bandar Lampung menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan minat baca masyarakat. 

Hal ini tercermin dari data kunjungan perpustakaan daerah Kota Bandar Lampung dalam lima tahun terakhir yang terus mengalami kenaikan, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung, Hidayat Ismet, mengatakan tren tersebut menjadi indikator bahwa perpustakaan mulai kembali diminati sebagai ruang belajar dan literasi.

“Dengan fasilitas yang lebih baik, masyarakat jadi lebih tertarik datang ke perpustakaan. Pengunjungnya juga terus bertambah,” kata Hidayat, Jum’at (30/1).

Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,m Kota Bandar Lampung, pada 2021 jumlah pengunjung perpustakaan masih relatif rendah. Pada tahun tersebut, kunjungan pelajar tercatat sebanyak 51 orang, mahasiswa 55 orang, dan pengunjung umum 43 orang.

Memasuki 2022, jumlah kunjungan mulai meningkat, khususnya dari kalangan pelajar yang mencapai 375 orang. Sementara itu, kunjungan mahasiswa tercatat 50 orang dan pengunjung umum 40 orang. Pada 2023, kunjungan pelajar berada di angka 280 orang, mahasiswa 100 orang, dan pengunjung umum 55 orang.

Peningkatan signifikan terjadi pada 2024. Pada tahun ini, jumlah kunjungan pelajar melonjak menjadi 1.404 orang, mahasiswa 427 orang, dan pengunjung umum 50 orang. Tren tersebut berlanjut pada 2025, dengan kunjungan pelajar mencapai 2.305 orang, mahasiswa 1.100 orang, dan pengunjung umum 232 orang.

Menurut Hidayat, lonjakan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas gedung, tetapi juga oleh peran sekolah dan perguruan tinggi yang mulai menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.

“Sekarang sudah banyak sekolah yang menjadwalkan kunjungan. Ini membantu membiasakan siswa memanfaatkan perpustakaan,” ujarnya.

Selain peningkatan kunjungan, penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan koleksi bacaan. Pada 2024, jumlah koleksi buku tercatat sebanyak 11.640 eksemplar dan meningkat menjadi 16.749 eksemplar pada 2025.

Layanan digital turut diperkuat untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Koleksi e-book bertambah dari 497 judul pada 2024 menjadi 1.100 judul pada 2025.

“Teknologi ini memang tantangan, tapi sekaligus peluang. Kalau orang sudah terbiasa dengan gawai, maka bahan bacaan juga harus tersedia dalam bentuk digital,” jelasnya.

Pemkot Bandar Lampung menilai peningkatan pemanfaatan perpustakaan ini sebagai fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Dengan fasilitas yang terus dibenahi dan layanan yang mengikuti perkembangan zaman, perpustakaan diharapkan mampu memperkuat budaya literasi masyarakat secara berkelanjutan. (ndri/yud)

Tag
Share