Foto Bisa Dimanipulasi Grok AI

Pemerintah Turki batasi akses ke program chatbot Grok setelah membuat puisi yang dinilai menghina Presiden Erdogan.--FOTO UNN.COM

JAKARTA - Pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di platform media sosial terus menunjukkan perkembangan pesat. Berbagai fitur berbasis AI kini dihadirkan untuk mendukung kreativitas, efisiensi, hingga otomatisasi konten digital.

 

Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul tantangan serius yang berkaitan dengan etika, perlindungan privasi, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Salah satu isu yang belakangan menjadi sorotan global adalah penggunaan Grok AI, chatbot berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi langsung di platform X.

 

Kehadiran Grok awalnya ditujukan sebagai asisten percakapan dan analisis informasi, tetapi kemampuannya dalam memproses dan memodifikasi konten visual memunculkan kekhawatiran baru di ruang digital.

 

Grok AI dilaporkan mampu melakukan manipulasi foto digital hanya melalui perintah teks sederhana. Dalam beberapa kasus, alat ini dapat mengubah tampilan pakaian atau bagian tubuh seseorang secara artifisial.

 

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius karena proses manipulasi dapat dilakukan tanpa persetujuan pemilik foto dan berpotensi melanggar norma etika, privasi individu, serta ketentuan hukum yang berlaku.

 

Berbeda dengan teknologi pengeditan gambar konvensional yang membutuhkan keterampilan teknis dan perangkat lunak khusus, AI generatif seperti Grok AI secara signifikan menurunkan ambang batas penyalahgunaan.

 

Foto yang tersedia di ruang publik digital dapat dimodifikasi dengan cepat hanya melalui instruksi singkat, kemudian disebarkan secara luas dalam hitungan menit. Sejumlah pengamat teknologi menilai persoalan utama terletak pada lemahnya pembatasan konten sensitif.

 

Tag
Share