Platinum Diproyeksi Makin Kuat Tahun Ini

Platinum diproyeksi makin kuat pada 2026.--FOTO KITCO NEWS

JAKARTA - Setelah emas dan perak mendominasi perhatian investor sepanjang 2025, para analis menilai 2026 akan menjadi momentum bagi platinum. Bahkan berpotensi diikuti oleh paladium.

 

Dilansir dari Kitco News, Sabtu (3/1/2026), keterbatasan pasokan global dinilai mampu mengimbangi tekanan dari tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang selama ini membebani permintaan.

 

Pada 2025, perak menjadi logam mulia dengan kinerja terbaik setelah melonjak hampir 150%. Platinum menyusul dengan kenaikan harga lebih dari 126%, sementara paladium juga mencatat penguatan signifikan sekitar 80%. Meski demikian, kelompok platinum group metals (PGM) masih tertinggal dibandingkan emas dan perak secara keseluruhan.

 

Analis memperkirakan kondisi pasokan yang semakin ketat, ditambah permintaan yang relatif bertahan, akan menopang harga platinum sepanjang 2026.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, platinum dan paladium menghadapi tekanan akibat meningkatnya adopsi kendaraan listrik, yang mengurangi kebutuhan katalis knalpot. Sekitar 80% permintaan PGM berasal dari sektor otomotif, terutama untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

 

Namun, sentimen mulai berubah seiring proyeksi pertumbuhan EV yang diturunkan. Analis TD Securities memperkirakan permintaan kendaraan ICE di Amerika Serikat masih akan kuat, sehingga menopang kebutuhan platinum dan paladium.

 

Selain otomotif, platinum juga digunakan dalam industri kaca dan elektronik, yang diperkirakan tetap menyerap pasokan signifikan pada 2026. Tantangan utamanya justru terletak pada sisi suplai.

 

Tag
Share