Lampung Selatan Diterjang Banjir Hingga Puting Beliung

Petugas BPBD Kabupaten Lampung Selatan mengecek titik lokasi banjir --sumber:ist----

Lampung Selatan - Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (2/1/2026) sore hingga malam, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Selatan kebanjiran dan diterjang angin puting beliung.

Salah satu akun media sosial bernama Jaki Mustofa tampak mengunggah kejadian banjir yang melanda wilayah Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, sejak pukul 17.00 WIB.

Terlihat dalam foto dokumentasi, air kecoklatan menutupi sebagian ruas jalan, jembatan, dan menggenangi halaman permukiman warga.

Menurut keterangan Pelaksana tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Nurma Suri, banjir melanda dua desa di Kecamatan Ketapang.

"Banjir terjadi di Desa Tri Dharmayoga dan Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang. Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, laporan sementara hingga pukul 21.37 WIB, air sudah berangsur surut," ujar Nurma Suri, saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:Skema Bantuan Banjir Rp15–Rp30 Juta untuk Rumah Rusak Ringan-Sedang

Luapan air itu, diakibatkan curah hujan lebat dengan intensitas lama sehingga debit air tidak tertampung pada kolam atau empang dan sawah yang berada di sekitar lokasi. Ditambah lagi, saluran irigasi yang berada di pinggir laut terlalu kecil dikarenakan abrasi pasir pantai menutupi saluran irigasi.

"Data sementara, jumlah warga terdampak banjir di Dusun Pepandu 1 kepala keluarga (KK), di Dusun Mekar Jaya 2-5 KK, Dusun Ruguk Induk 12 rumah terendam perkiraan ketinggian air 50-150 centimeter, Dusun Sribasuki 3-5 rumah, Dusun Cilacap 5-7 rumah terendam. Kemudian, Desa Tri Dharmayoga area persawahan terendam," beber Nurma Suri.                                

Selanjutnya, belasan rumah warga yang berada di RT 01 Dusun Haringin, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, juga terendam banjir. Banjir disebabkan curah hujan lebat dengan intensitas yang cukup lama sehingga air meluap hingga ke permukiman warga.

"Data sementara kurang lebih 15 KK atau rumah terdampak, air sudah berangsur surut. Untuk korban jiwa nihil," jelas Nurma Suri.

Masih di hari yang sama, sekira pukul 20.48 WIB, BPBD kembali mendeteksi kejadian banjir tepatnya di Dusun Bandung, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji.

BACA JUGA:Terlalu! Rayap Besi Curi Baut Jembatan Darurat Banjir Sumatera

Curah hujan tinggi dan intensitas cukup lama, dituding menjadi biang kerok banjir di puluhan permukiman warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 centimeter. Belum lagi, kondisi saluran drainase kurang lebar dan lebih tinggi dari rumah warga.

"Data sementara, sekitar 20 rumah warga terdampak dan terhambatnya lalu lintas untuk kendaraan roda dua," kata Nurma Suri.

Tag
Share