16th SATU Indonesia Awards 2025: Lima Anak Muda Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat

16th SATU Indonesia Awards 2025: Lima Anak Muda Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat--

JAKARTA - Astra terus memperkuat perannya dalam mendukung kontribusi generasi muda
Indonesia melalui penyelenggaraan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia
Awards 2025.

Program ini memberikan apresiasi bagi generasi muda yang dinilai mampu
menjawab tantangan yang terjadi di tengah masyarakat dengan solusi nyata dan
berkelanjutan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi,
melalui proses seleksi dan penjurian yang ketat.

“Sejak diselenggarakan pada tahun 2010, SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 792
pemuda Indonesia dan terintegrasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan
Kampung Berseri Astra di 35 provinsi. Program ini menjadi momentum untuk menegaskan
peran generasi muda Indonesia yang memiliki keberanian, kemauan, dan konsistensi dalam
menghadapi serta mengatasi berbagai persoalan di sekitarnya melalui solusi nyata bagi
masyarakat. Semangat dan karakter inilah yang menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk
terus bergerak maju dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Presiden
Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.

BACA JUGA:Azana Boutique Hotel Lampung Sukses Gelar Gala Dinner New Year 2026 dengan Tema Masquerade Black & Gold

Di bidang Kesehatan, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Bidang Kesehatan Tahun
2025 Alvin Henri yang berasal dari Provinsi Sumatra Utara memulai inisiatifnya dari
pengalaman pribadi saat menempuh pendidikan kedokteran. Ia melihat kesenjangan akses
pembelajaran antara mahasiswa dan tenaga medis di daerah dengan mereka yang berada di
pusat pendidikan, terutama dalam hal ketersediaan materi pembaruan ilmu, buku, dan
pelatihan berkelanjutan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesiapan tenaga
kesehatan dalam menghadapi tantangan layanan medis di lapangan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Alvin mengembangkan ruang belajar bersama yang berfokus
pada pembelajaran praktis dan terstruktur. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi
Medsense, sebuah platform edukasi medis digital yang menyediakan materi pembelajaran,
latihan, serta evaluasi yang dapat diakses secara fleksibel oleh mahasiswa kedokteran hingga
dokter.

Melalui Medsense, akses pembelajaran medis menjadi lebih inklusif dan merata, khususnya
bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa. Upaya ini berkontribusi dalam memperkuat kualitas
sumber daya manusia kesehatan sebagai fondasi penting dalam meningkatkan layanan
kesehatan masyarakat.

Pada bidang Kewirausahaan, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Bidang
Kewirausahaan Tahun 2025 Tatag Adi Sasono yang berasal dari Provinsi Jawa Timur
mengembangkan Mitra Ternak Farm dari pengalaman menghadapi berbagai tantangan dalam
merintis usaha peternakan desa. Keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, dan rendahnya
kepercayaan pasar menjadi hambatan yang harus dihadapi sejak awal.

BACA JUGA:Penjualan Tumbuh 122 Persen, PTPN I Bukukan Rp3,56 Triliun hingga November 2025
Berdasarkan pengalaman tersebut, Tatag membangun model titip ternak berbasis teknologi
yang menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerja
migran Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan
kepercayaan antar pihak.

Model usaha tersebut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan
kerja, serta membangun ekosistem agribisnis yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi.
Pada bidang Pendidikan, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Bidang Pendidikan
Tahun 2025 Imelda Riris Damayanti yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta, peduli terhadap
pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan
pendidikan dan dunia kerja. Ia menilai sejumlah kasus yang terjadi menunjukkan perlunya
mekanisme penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Melalui Never Okay Project, Imelda mengembangkan pendekatan pencegahan yang bersifat
sistemik dengan melibatkan berbagai institusi lintas sektor seperti institusi pendidikan,
organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional. Pendekatan pencegahan tersebut
diwujudkan melalui penyusunan kebijakan internal di lingkungan institusi pendidikan dan
organisasi, pengembangan sistem pelaporan yang aman dan terstruktur di lingkungan kerja
dan pendidikan, serta pendampingan bagi penyintas agar memperoleh dukungan yang layak.

Di bidang Lingkungan, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Bidang Lingkungan
Tahun 2025 Hanzalah Rangkuti yang berasal dari Provinsi Sumatra Utara melihat persoalan
sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang sebagai tantangan serius bagi kelestarian
lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Kebiasaan membuang sampah
ke sungai serta minimnya pengelolaan terpadu berdampak pada kualitas lingkungan dan daya
tarik wisata.

BACA JUGA:Skema Bantuan Banjir Rp15–Rp30 Juta untuk Rumah Rusak Ringan-Sedang

Untuk menjawab persoalan tersebut, Hanzalah membangun Sumatera Trash Bank sebagai
solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular. Melalui
sistem tabungan sampah, masyarakat diajak mengelola sampah plastik menjadi produk
bernilai ekonomi.

Tag
Share