November Paling Banyak Terjadi Kebakaran

Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung.-foto indri septia paradila-

//Korsleting Jadi Penyebab Terbanyak//

BANDARLAMPUNG — Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat 197 kejadian kebakaran di berbagai wilayah kota. 

Dari jumlah tersebut, korsleting listrik menjadi penyebab paling dominan, dengan total 114 kejadian. Selain itu, kebakaran juga dipicu oleh pembakaran sampah sebanyak 39 kejadian, kompor 13 kejadian, rokok 7 kejadian, serta penyebab lain-lain sebanyak 20 kejadian.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Antoni Irawan, mengatakan bahwa temuan di lapangan menunjukkan masalah instalasi listrik masih menjadi pemicu utama.

“Kalau kita lihat datanya, yang paling banyak memang korsleting listrik. Biasanya berasal dari kabel, tiang listrik, sampai gardu listrik,” ujar Antoni.

Sementara itu, Kabid Pemadam Kebakaran Kota Bandar Lampung, Irman Syahputra, menambahkan bahwa faktor korsleting umumnya dipicu oleh kondisi instalasi listrik di lingkungan warga.

“Banyak kejadian kebakaran disebabkan instalasi listrik yang sudah tidak layak atau penggunaan listrik yang melebihi kapasitas. Ini sering terjadi di rumah-rumah warga,” kata Irman.

Secara bulanan, kebakaran terjadi hampir merata sepanjang tahun. November menjadi bulan dengan kejadian terbanyak, yakni 22 kasus, disusul Juni 21 kejadian dan September 20 kejadian. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran tidak mengenal musim tertentu dan dapat terjadi kapan saja.

Objek kebakaran paling banyak menimpa bangunan penduduk sebanyak 73 kejadian, disusul kebakaran lahan sebanyak 24 kejadian. Sementara bangunan umum, bangunan industri, dan kendaraan tercatat dengan jumlah lebih kecil.

Antoni mengatakan pihaknya saat ini masih mencatat kejadian kebakaran secara umum dan belum memecah data berdasarkan wilayah administrasi.

“Sebarannya masih acak, belum kita petakan per kecamatan atau per kelurahan. Ke depan, kemungkinan akan kita pecah supaya lebih jelas,” ujarnya.

Menurutnya, Total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp9,48 miliar. Dalam penanganan ratusan kejadian tersebut, Damkarmat Kota Bandar Lampung mengerahkan 480 unit mobil pemadam dan 550 unit tangki air, dengan total luas kebakaran mencapai 15.618 meter persegi.

Antoni mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Bandar Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap kondisi instalasi listrik di rumah dan lingkungan sekitar.

“Keselamatan itu dimulai dari rumah masing-masing. Instalasi listrik harus dicek secara rutin agar tidak menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (Indri/yud)

Tag
Share