Bea Cukai Tindak 60 Pegawai Bermasalah Selama 2024–2025

ILEGAL: Bea Cukai menunjukkan ballpres atau pakaian bekas impor dalam jumlah besar yang berasal dari Tiongkok dan Bangladesh, Kamis, 11 Desember 2025. --FOTO BERITASATU.COM/AKMALAL HAMDHI

JAKARTA– Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan terus melakukan pembenahan internal. Salah satu fokus utama adalah mendisiplinkan pegawai yang melakukan tindakan penyelewengan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja di sektor pengawasan maupun penerimaan negara. Sepanjang 2024, Bea Cukai telah memberhentikan 27 pegawai terkait fraud dan pelanggaran disiplin berat. Sementara pada 2025, proses penjatuhan hukuman sedang berjalan terhadap 33 pegawai yang terindikasi melakukan pelanggaran serupa.

 

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti secara tegas setiap pelanggaran disiplin, sebagai bagian dari penguatan kualitas dan integritas SDM Bea Cukai,” ujar Nirwala dalam media gathering DJBC di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

 

Pembenahan ini sejalan dengan ultimatum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kepada DJBC. Purbaya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberi waktu satu tahun untuk memperbaiki bea cukai, termasuk menangani praktik underinvoicing. Apabila perbaikan tidak memuaskan, DJBC terancam dibekukan dan 16.000 pegawai bakal dirumahkan.

 

Selain itu, Purbaya menuturkan bahwa pemerintah bisa mempertimbangkan langkah ekstrem, termasuk mengembalikan fungsi kepabeanan kepada lembaga swasta seperti SGS atau bahkan merumahkan seluruh pegawai Bea Cukai, jika perbaikan tidak menghasilkan kepuasan publik.

 

Dalam menjawab tantangan tersebut, Nirwala berujar, Bea Cukai akan terus menjaga konsistensi kinerja di bidang pengawasan, penindakan, dan penerimaan.

 

“Kami berkomitmen untuk melindungi masyarakat, menjaga penerimaan negara, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui Bea Cukai yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

 

Tag
Share