Pohon Tumbang Sempat Tutup Jalan Lintas Waykanan

DIBERSIHKAN: Tim BPBD Waykanan membersihkan pohon tumbang.-FOTO IST-

BLAMBANGANUMPU – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waykanan bergerak sigap mengevakuasi pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan lintas kabupaten di wilayah Blambanganumpu. 

Peristiwa tersebut terjadi tepat di depan Kantor DPRD Waykanan. Pohon berukuran besar itu tumbang dan melintang di badan jalan pada Senin (29/12).

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar jembatan sempat lumpuh total dan kendaraan tidak dapat melintas.

Kepala BPBD Waykanan, Sufrianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan evakuasi langsung dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu laporan masuk, Tim Reaksi Cepat segera menuju lokasi untuk melakukan pembersihan dan mengevakuasi pohon tumbang agar akses jalan dapat kembali digunakan,” ujar Sufrianto, Selasa (30/12). 

Menurutnya, proses evakuasi di lapangan sempat mengalami sejumlah kendala. Selain ukuran pohon yang cukup besar, petugas juga harus berhati-hati karena banyaknya sarang semut merah yang berada di batang pohon, sehingga memperlambat proses pemotongan.

“Evakuasi memang memerlukan waktu sedikit lebih lama karena kondisi pohon yang besar dan adanya banyak semut merah. Namun berkat kerja keras tim, pohon akhirnya berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas kini sudah kembali normal,” jelasnya.

BPBD Waykanan juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur-jalur yang rawan pohon tumbang, khususnya pada kondisi cuaca ekstrem yang disertai angin kencang.

“Kami mengajak masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar, sehingga bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkas Sufrianto.

Sementara itu, peristiwa tersebut memunculkan harapan dari masyarakat agar pihak terkait dapat melakukan pembersihan atau pemangkasan pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan, terutama di musim pancaroba.

Pasalnya, Kabupaten Waykanan dikenal sebagai salah satu wilayah yang rawan angin puting beliung.

Warga menilai langkah pencegahan lebih baik dilakukan sejak dini dibandingkan harus menunggu pohon tumbang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami melihat BPBD memang bergerak cepat melakukan evakuasi pohon tumbang. Namun menurut kami, akan lebih baik jika pohon-pohon yang berpotensi membahayakan dipotong terlebih dahulu. Begitu juga dengan PLN, seharusnya pembersihan dilakukan sebelum terjadi masalah, misalnya kabel yang tersangkut pohon,” ujar Agung, warga Blambanganumpu.(*) 

Tag
Share