9 Rumah di Pesisir Tuba Terkena Puting Beliung
DIDATA: Pemkab Tulangbawang dan aparat kepolisian turun menginvetaris dampak puting beliung. --
MENGGALA - Sedikitnya 9 unit rumah di wilayah pesisir Kabupaten Tulangbawang (Tuba) rusak terdampak bencana alam angin puting beliung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 sekira pukul 13:30 WIB di wilayah pertambakan udang di Kampung Bumi Dipasena Jaya, Kecamatan Rawajitu Timur.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah turun untuk melakukan inventarisasi dampak bencana alam tersebut.
Berdasarkan data, 9 unit rumah terdampak bencana alam angin kencang tersebut. Kerusakan mulai dari ringan hingga berat.
Kepala BPBD Tulangbawang Kanedi mengatakan, bencana angin puting beliung melanda 9 rumah dengan estimasi nilai kerugian mencapai Rp 16 Juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Diungkapkannya, puting beliung di wilayah pesisir Tulangbawang tersebut tidak hanya merusak rumah, namun juga meluluhlantakkan peralatan operasional budidaya udang.
Alat-alat petambak udang seperti mesin diesel turut terbawa angin hingga tercebur ke dalam tambak. Petambak pun merugi atas bencana alam ini.
Pada bagian lain, Polsek Rawajitu Selatan juga langsung bergerak cepat turun membantu kegiatan gotong royong, pembersihan puing, serta pendampingan warga terdampak.
Kegiatan dilakukan bersama unsur pemerintah kecamatan, aparatur kampung, dan masyarakat setempat.
Kapolsek Rawajitu Selatan Iptu Rudi Jonas mengatakan, kegiatan tersebut adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Iptu Rudi pada kesempatan itu juga memastikan bahwa pasca kejadian situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, tanpa adanya konflik sosial maupun gangguan keamanan.
"Iya benar, koordinasi lintas sektor terus kami lakukan untuk pendataan lanjutan serta penyaluran bantuan. Keselamatan dan pemulihan warga adalah prioritas utama," ungkap Kapolsek, Minggu 28 Desember 2025.
Iptu Rudi Jonas mengungkapkan, kondisi wilayah Bumi Dipasena Jaya berdekatan dengan laut dan memiliki karakter cuaca ekstrem serta rawan angin kencang, terutama pada musim penghujan.
Ditambahkannya, di wilayah itu struktur rumah warga sebagian besar masih semi permanen dan berdampak pada kerusakan saat kejadian.