Langkah Awal Menuju Mars, Teknologi Nuklir Dikirim ke ISS
AS kirim teknologi tenaga nuklir ke ISS untuk uji sistem daya Intuitive Machines, persiapan misi Bulan-Mars yang lebih efisien dan berkelanjutan. -- FOTO AUTOEVOLUTION
JAKARTA - Amerika Serikat akan mengirim teknologi tenaga nuklir ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai bagian dari persiapan menuju misi eksplorasi bulan dan mars. Langkah ini dilakukan untuk menguji sistem pembangkit listrik berbasis nuklir yang dikembangkan oleh perusahaan luar angkasa Intuitive Machines.
Proyek ini dijalankan bersama US Air Force Research Laboratory’s Space Vehicles Directorate (AFRL/RV). Intuitive Machines sebelumnya telah menyelesaikan dua misi ke Bulan dan ditunjuk sebagai pembuat Lunar Terrain Vehicle (LTV) untuk program Artemis milik NASA.
AFRL sebelumnya telah memberikan dana sebesar 9,5 juta dolar AS kepada Intuitive Machines untuk merancang sistem konversi daya berbasis mesin Stirling, yang berfungsi mengubah panas dari sumber radioisotop menjadi energi listrik. Setelah mencapai tahap Preliminary Design Review pada September tahun lalu, perusahaan itu kini menerima tambahan pendanaan sebesar 8,2 juta dolar AS untuk mengembangkan versi lanjutan dari teknologi tersebut.
“Melalui misi bernama Stirling Technology spAce Research experimenT (START), sistem ini akan diuji langsung di ISS. Uji coba tersebut bertujuan melihat bagaimana teknologi nuklir mampu bertahan dalam kondisi ekstrem yang biasanya mempercepat kerusakan sistem daya konvensional,” tulis Autoevolution, Selasa (4/11).
Hasil dari pengujian ini diharapkan dapat membawa teknologi Stirling selangkah lebih dekat ke tahap produksi dan membuka peluang penggunaannya dalam berbagai sektor, termasuk komersial, sipil, serta pertahanan nasional.
Teknologi tenaga nuklir dianggap sebagai solusi potensial untuk misi luar angkasa jangka panjang, terutama karena keterbatasan energi surya di bulan yang mengalami malam selama dua minggu dan suhu ekstrem yang dapat mencapai minus 129 derajat Celsius. Dengan sistem ini, misi ke bulan dan mars di masa depan diharapkan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. (beritasatu.com)