TKA 2025 Diikuti 9.636 Madrasah dan Pesantren
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang. --FOTO BERITASATU/MARIA FATIMA BONA
JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan tes kemampuan akademik (TKA) untuk peserta didik madrasah dan santri. Uji kompetensi ini akan digelar serentak di 9.636 satuan pendidikan Islam di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menjelaskan TKA menjadi salah satu langkah penting dalam modernisasi sistem evaluasi pendidikan di madrasah agar setara dan mampu bersaing dengan sekolah umum.
’’TKA akan menjadi instrumen penilaian akademik yang lebih komprehensif. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri, khususnya jalur prestasi,” kata Amien dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (2/11).
Menurut Amien, TKA menjadi pengganti ujian nasional (UN) yang sebelumnya ditiadakan. Namun, penerapan TKA dirancang lebih mutakhir karena menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi, analisis, hingga kreativitas siswa, bukan sekadar hafalan. ’’Kita ingin lulusan madrasah memiliki daya saing tinggi, bahkan berpeluang melampaui lulusan sekolah umum,” tegasnya.
Total peserta yang berpatisipasi meliputi 8.969 madrasah aliyah (MA) dengan 445.184 peserta (191.900 putra dan 253.284 putri); 5 madrasah aliyah kejuruan (MAK) dengan 153 peserta; dan 662 pondok pesantren dengan 15.288 peserta.
Mayoritas lembaga menyelenggarakan ujian secara mandiri, sebagian lain berbagi fasilitas dengan lembaga terdekat. “Animo madrasah sangat tinggi. Ini bukti komitmen bersama dalam peningkatan mutu dan pemerataan penilaian,” tutur Amien.
Ujian dilaksanakan berbasis digital (online) dan berlangsung serentak di berbagai wilayah. “Digitalisasi asesmen memberi jaminan transparansi, efisiensi, sekaligus membangun budaya jujur dalam pelaksanaan ujian,” ungkap Amien.