Wisata Sambil Belajar Mengenal Sejarah ke Museum Lampung
WISATA SAMBIL BELAJAR: Museum Lampung cocok menjadi destinasi wisata yang bisa Anda jadikan tempat edukasi mengenal sejarah dan kebudayaan Lampung. -FOTO SINTIA MAHARANI -
BANDARLAMPUNG – Museum Lampung merupakan salah satu destinasi wisata edukatif yang menyimpan berbagai macam benda bersejarah dan kebudayaan khas Sai Bumi Ruwa Jurai.
Berdiri sejak tahun 1975 dan diresmikan secara resmi pada 24 September 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hassan, museum yang terletak di Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa ini menjadi tempat pelestarian warisan sejarah dan budaya masyarakat Lampung.
Sejak awal berdirinya, Museum Lampung menjadi pusat dokumentasi sejarah daerah, menyimpan ribuan benda peninggalan dari masa prasejarah hingga masa kemerdekaan.
Bangunan museum berdiri di atas lahan seluas lebih dari 17.000 meter persegi dengan arsitektur bergaya rumah adat Lampung.
Di dalamnya terdapat lebih dari 4.800 koleksi yang mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah masyarakat Lampung. Koleksi tersebut meliputi benda-benda arkeologi, etnografi, dan teknologi tradisional, seperti alat tenun, senjata khas seperti badik dan tombak, serta pakaian adat pengantin Sai Batin dan Pepadun lengkap dengan ornamen perhiasannya.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat miniatur rumah adat Nuwo Sesat, serta replika peninggalan megalitikum dari situs Pugung Raharjo yang menggambarkan kehidupan masyarakat Lampung di masa lampau. Museum ini juga menyimpan berbagai dokumen sejarah dan foto-foto perjalanan Lampung sejak zaman kolonial hingga era modern.
Tak hanya menyuguhkan koleksi bersejarah, Museum Lampung juga memiliki fasilitas menarik seperti Bioskop Sanak Lampung yang menayangkan film-film edukatif bertema budaya dan sejarah daerah.
“Kami ada bioskop juga loh. Tarifnya Rp5.000 per orang. Untuk bioskop diharuskan konfirmasi atau booking minimal H-1 karena kami harus mempersiapkan peralatan yang diperlukan,” ujar Rini Parsiati (56), staf Museum Lampung, saat ditemui Radar Lampung beberapa waktu lalu.
Rini menjelaskan, tarif tiket masuk museum masih sangat terjangkau dan tidak mengalami perubahan. Untuk pelajar mulai dari tingkat TK hingga SMA hanya dikenakan Rp1.000, mahasiswa Rp2.000, dan untuk umum dewasa Rp5.000. Harga tiket berlaku sama baik pada hari kerja maupun akhir pekan. “Untuk rombongan study tour tarifnya sama saja, dihitung per anak. Namun untuk pembimbing, tarifnya masuk ke harga tiket dewasa,” tambahnya.
Rini juga menyampaikan waktu operasional Museum Lampung mengalami sedikit perubahan. Jika sebelumnya buka hingga pukul 14.00 WIB pada hari kerja, kini diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB.
“Hari Selasa sampai Jumat buka pukul 08.00–15.00 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu pukul 08.00–14.00 WIB. Untuk hari Senin dan hari libur nasional, museum tutup,” jelasnya.
Museum Lampung biasanya mulai ramai dikunjungi menjelang musim libur sekolah, terutama saat banyak sekolah mengadakan kegiatan study tour.
“Biasanya ramai di bulan Juni dan Desember, saat anak-anak libur. Mereka senang karena bisa belajar sejarah sekaligus melihat langsung peninggalan budaya Lampung tempo dulu,” ujar Rini.