Campak Kembali Mengancam

--FOTO FREEPIK
Lingkungan yang terjaga kebersihannya dapat menjadi benteng awal dalam mencegah penyebaran campak. Sekaligus mengurangi risiko tertular penyakit tersebut.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, gejala penyakit itu biasanya mulai tampak sekitar 7 sampai 14 hari setelah terinfeksi.
Gejala pertama biasanya muncul demam, batuk, hidung berair, mata merah, serta munculnya bintik putih atau bintik koplik di dalam mulut.
Gejala kedua, muncul ruam yang dimulai dari wajah dekat garis rambut. Ruam itu kemudian menyebar ke leher, lengan, hingga seluruh badan. Bahkan dapat menyebabkan demam tinggi. Gejala itu akan muncul sekitar 3-5 hari setelah gejala pertama.
Selain itu, penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi infeksi telinga dan diare. Hingga infeksi paru-paru yang berujung pada kematian.
Terdapat beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi campak. Seperti anak anak yang berusia di bawah 5 tahun, orang dewasa berusia lebih dari 20 tahun, wanita hamil dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Campak termasuk penyakit menular serta sangat berbahaya bagi anak-anak dan bayi. Namun, penyakit itu dapat dicegah dengan langkah-langkah efektif seperti berikut.
Imunisasi Lengkap: Pencegahan utama dalam penyakit itu adalah dengan melakukan imunisasi campak dan MMR. Imunisasi tersebut harus diberikan secara rutin bagi anak-anak dan orang dewasa.