Pemkab Pesbar Beri Bantuan untuk Bayi Rizki Saputra

Jumat 26 Apr 2024 - 22:57 WIB
Reporter : Rizky Panchanov
Editor : Rizky Panchanov

KRUI— Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Kesehatan (Diskes) setempat, dan Puskesmas Krui Selatan, DWP Puskesmas Krui Selatan, IBI Ranting Krui Selatan, dan Pemerintah Pekon Sukajadi, Kecamatan Krui Selatan memberikan pelayanan kesehatan serta bantuan sosial (bansos) kepada keluarga Rizki Saputra bayi usia 1,5 bulan yang mengalami hisprung post op colostomy.

Dalam kesempatan itu, Kepala UPTD Puskesmas Krui Selatan, Eka Sapta Saputra, mengatakan, bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian Pemkab Pesbar terhadap warganya yang sedang membutuhkan. Sehingga, dengan adanya bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarga terutama dalam hal pengobatan. “Bantuan yang diberikan itu berupa uang tunai sebesar Rp6.700.000,- serta kebutuhan bahan pokok dan keperluan bayi,” katanya.

BACA JUGA:Pembegalan Kembali Terjadi di Waykanan, Kapolres Turunkan Tim Kejar Pelaku

Selain memberikan bantuan sosial, juga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan terhadap bayi dari pasangan Epi Soni Iraya dan Handayani, yang mengalami hisprung post op colostomy.  Kini, kondisi bayi itu sudah mulai membaik, bahkan sudah bisa minum ASI dengan baik dan aktif. Puskesmas setempat juga telah memberikan edukasi terhadap orangtua bayi itu dalam hal perawatan di rumah dan pengecekan secara berkala.

“Puskesmas Krui Selatan juga tetap akan mengantar dan memfasilitasi untuk pasien kontrol ke rumah sakit sampai kondisi bayi dalam keadaan baik,” pungkasnya.

BACA JUGA:Kontrol Emosi, Kendalikan Amarah

Diberitakan sebelumnnya, Rizki Saputra, bayi berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 1,5 bulan, buah hati dari pasangan Epi Soni Iraya dan Handayani didiagnosa mengalami hisprung post op colostomy.  Pasalnya, sejak kelahiran bayi itu tidak bisa Buang Air Besar (BAB), bahkan sebelumnya sempat menjalani operasi di RSUD Abdul Moeloek, Bandarlampung.

Kepala UPTD Puskesmas Krui Selatan, Eka Sapta Saputra  mengatakan, bayi itu lahir pada 1 Maret 2024 di Poskesdes Pekon Padang Haluan, Kecamatan Krui Selatan, melalui bidan desa setempat. Setelah lahir, sekitar dua hari di rumah orangtuanya, bayi tersebut tidak juga bisa BAB dan mengalami muntah-muntah.

Lalu, bayi itu langsung dibawa ke RSUD KH.M.Thohir yang tidak jauh dari Pekon Padang Haluan . Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD KH.M.Thohir, dan kondisi bayi tidak mau minum ASI dan terus mengalami muntah-muntah, malam itu juga bayi tersebut di rujuk ke RSUD Alimuddin Umar, Lampung Barat untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. 

Berdasarkan hasil diagnosa dari RSUD Alimuddin Umar bayi itu didiagnosa hisprung post op colostomy. Pihak RSUD Alimuddin Umar, berkoordinasi dengan pihak RSUD Abdul Muluk untuk dilakukan tindakan operasi.(yan/rnn/nca)

 

Kategori :