Ratusan anggota pemadam kebakaran, polisi, dan tim medis diterjunkan untuk memadamkan api serta melakukan penyelamatan. Kondisi darurat yang semakin memburuk membuat pemerintah setempat menaikkan status kebakaran dari level 4 ke level 5, level tertinggi dalam sistem peringatan Hong Kong. Terakhir kali Hong Kong menghadapi kebakaran dengan skala setinggi itu terjadi 17 tahun lalu.
Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, mengatakan timnya menemukan sejumlah lembaran polistirena yang menutup jendela beberapa unit. Bahan tersebut sangat mudah terbakar dan diduga kuat mempercepat penyebaran api ke gedung-gedung pencakar langit di kompleks itu. “Material seperti itu tidak lazim ditemukan, sehingga temuan ini sudah kami serahkan kepada kepolisian untuk penyelidikan,” ujar Yeung.
Selain polistirena, petugas juga melihat penggunaan perancah bambu yang melapisi sisi bangunan yang sedang direnovasi. Material ini memang lazim dipakai dalam proses konstruksi di Hong Kong, tetapi kali ini diduga turut memperburuk skala kebakaran karena sifatnya yang mudah tersambar api.
Penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kelalaian. Tiga orang sudah ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kasus ini, dua di antaranya merupakan direktur perusahaan konstruksi, sedangkan satu lainnya adalah konsultan teknik.(disway/nca)