Adopsi Cepat Teknologi AI Kunci Kuasai Perekonomian Global

Selasa 25 Nov 2025 - 20:20 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Syaiful Mahrum

JAKARTA - Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini menjadi penentu baru dalam peta persaingan ekonomi dunia. Selain berfungsi sebagai inovasi digital, AI telah berubah menjadi instrumen strategis untuk banyak negara dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing global. 

 

Di Indonesia sendiri, AI mulai diterapkan di sektor manufaktur, pertanian, layanan publik, hingga pendidikan, meski aksesnya belum merata masih menjadi tantangan.

 

Pakar ekonomi makro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Faiza Husnayeni Nahar, melihat penerapan AI telah menggeser dinamika perekonomian internasional. Menurutnya, negara yang lebih cepat mengadopsi AI punya peluang lebih besar bisa unggul dalam inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

 

’’Di beberapa negara, kita sudah melihat robot resepsionis hotel, customer service berbasis AI, hingga robot pelayan restoran. AI bahkan menjadi solusi bagi negara yang mengalami penurunan sumber daya manusia seperti Jepang,” ujar Faiza.

 

Faiza menambahkan, AI kini menjadi indikator penting dalam penyusunan arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, integrasi AI yang merata dan berkelanjutan menjadi faktor krusial untuk memenangkan persaingan global.

 

’’AI bukan hanya teknologi, tetapi juga penentu kekuatan ekonomi suatu negara. Jika diadopsi secara merata, dampak positifnya akan terlihat pada peningkatan inovasi dan efisiensi di berbagai sektor,” tambah Faiza. 

 

AI telah berkontribusi besar pada sejumlah sektor utama. Dalam industri manufaktur, robot berbasis AI dinilai efektif menggantikan pekerjaan manual dan menekan biaya produksi. Contohnya pada sektor pertanian, AI dapat dimanfaatkan untuk memprediksi cuaca, menganalisis tanah, menentukan pola tanam, hingga memantau kesehatan tanaman melalui drone secara real-time.

 

Meski demikian, tetap ada risiko yang perlu diantisipasi contohnya peningkatan persaingan harga di platform digital yang dapat menekan pelaku usaha lokal, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kemampuan pemasaran.

Tags :
Kategori :

Terkait