Kemudian administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,5 persen); jasa pendidikan (16,5 persen); konstruksi (12,0 persen); serta transportasi dan pergudangan (8,7 persen).
"Posisi ULN pemerintah tersebut tetap terjaga karena didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah," jelas Ramdan Denny.
Sementara itu, ULN swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan. Pada Kuartal I-2025, posisi ULN swasta tercatat sebesar USD 195,5 miliar, atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,2 persen (yoy). Lebih rendah dibandingkan kontraksi Kuartal sebelumnya sebesar 1,6 persen (yoy).
Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporation) yang mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 0,9 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi 1,7 persen (yoy) pada Kuartal IV-2024. (jpc/c1)