Kolaborasi Pemerintah, BUMN, Transportasi Online, dan Swasta Perorangan untuk Transportasi Publik di Bandarlam
--
Oleh Dekan FEB Unila Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si.
BANDARLAMPUNG sedang berada di persimpangan penting dalam urusan transportasi. Jalan-jalan makin padat, motor dan mobil pribadi mendominasi, sementara layanan angkutan umum yang dulu diandalkan banyak orang pelan-pelan memudar.
Di tengah perubahan itu, ada satu nama yang sebenarnya tidak asing bagi warga: Damri. Dulu, bus kota Damri pernah menjadi bagian penting mobilitas di Bandar Lampung. Kini, justru Damri berpeluang besar tampil kembali sebagai pemain utama dalam sistem transportasi kota yang lebih modern, ramah lingkungan, dan bersahabat dengan warga—termasuk melalui pengoperasian bus listrik yang sedang disiapkan pemerintah.
Belakangan, pemerintah provinsi dan pusat mendorong penggunaan kendaraan listrik, termasuk bus listrik, untuk menekan polusi udara dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dalam konteks ini, Damri sebagai BUMN yang sudah berpengalaman mengoperasikan layanan bus di Lampung sangat ideal bila dipercaya mengelola armada bus listrik untuk trayek dalam kota.
Warga akan melihat transformasi nyata: dari bus konvensional yang identik dengan suara bising dan asap, menjadi bus Damri bertenaga listrik yang lebih senyap, bersih, dan nyaman. Keberadaan bus listrik Damri di jalan-jalan utama Bandar Lampung bisa menjadi simbol bahwa kota ini tidak hanya mengejar kelancaran mobilitas, tetapi juga mutu lingkungan dan kualitas hidup.
Bayangkan sebuah sistem di mana bus listrik Damri mengurus “tulang punggung” perjalanan, angkot perorangan menjadi penghubung di dalam permukiman, dan transportasi online membantu menyelesaikan perjalanan sampai dekat pintu rumah. Bukan lagi tiga moda yang saling bersaing di jalan, tetapi satu tim yang bekerja sama.
Perjalanan dari Rajabasa ke Tanjungkarang, atau dari Kedaton ke pusat kota, tidak lagi bergantung pada motor pribadi, tetapi pada kombinasi feeder–bus listrik–ojek online yang teratur dan terjangkau. Peran DAMRI berada di lapis utama: mengoperasikan bus listrik di koridor Rajabasa–Kedaton–Tanjungkarang–Telukbetung dan koridor penting lainnya. Bus-bus ini berjalan di rute tetap, dengan jadwal yang bisa diprediksi, standar kenyamanan yang baik, dan berhenti di halte-halte yang layak. Di masa depan, ketika infrastruktur dan jumlah armada memungkinkan, sebagian besar layanan koridor bisa beralih ke bus listrik, sementara armada konvensional digunakan untuk trayek yang masih dalam tahap transisi.