Trump Ancam Tarif 25% Bagi Setiap Negara yang Berbisnis dengan Iran

ANCAM TARIF: Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 25 persen bila ada negara yang memiliki hubungan dagang dengan Iran.-FOTO INSTAGRAM DONALD TRUMP -

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan ia akan memberlakukan tarif 25% pada impor barang dari negara-negara yang memiliki hubungan ataupun kerja sama perdagangan dengan Iran.
Disadur dari BBC, pemberlakuan tarif 25% tersebut merupakan sebuah langkah yang dapat menekan Teheran seiring dengan protes anti-pemerintah yang telah memasuki pekan ketiga.  Sementara itu, CNN melaporkan pengumuman tersebut tampaknya berarti seluruh barang yang berasal dari China, mitra dagang utama bagi Iran dan Amerika Serikat, akan menjadi jauh lebih mahal untuk diimpor.
“Mulai berlaku segera, setiap negara yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif sebesar 25% untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” tulis presiden AS tersebut melalui akun pribadinya di Truth Social pada Senin, 12 Januari 2026 waktu setempat.
Dalam pernyataan tertulisnya, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut terkait rincian pemberlakuan tarif 25% maupun negara mana yang melakukan bisnis dengan Iran.  Gedung Putih juga menolak untuk memberikan informasi terperinci mengenai tarif 25% tersebut dan bagaimana pemerintahan Trump akan menerapkannya.
“Perintah ini bersifat final dan mengikat,” tutup Trump pada pernyataannya di media sosial Truth.
Melansir CNN, tarif baru tersebut dapat berarti tarif minimum 45% untuk seluruh barang yang diimpor dari China, jika dibandingkan dengan tarif saat ini yang sebesar 20%.  Pengumuman kenaikan tarif tersebut menyusul pernyataan Trump pada Minggu, 11 Januari 2026 yang mempertimbangkan opsi-opsi penyelesaian masalah dan protes di Iran, termasuk kemungkinan AS melakukan opsi intervensi militer terhadap Iran.
Opsi-opsi tersebut muncul imbas dari meningkatnya jumlah korban tewas yang mencapai 648 nyawa dan ribuan massa demonstran yang ditangkap selama demonstrasi Iran yang terjadi sejak akhir Desember 2025 lalu hingga saat ini.
Diketahui, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan pemerintahannya tengah menimbang kemungkinan penerapan “opsi militer yang sangat kuat” terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai reaksi atas laporan tewasnya ratusan warga sipil akibat tindakan represif aparat keamanan Iran dalam gelombang demonstrasi antipemerintah yang sudah berlangsung hampir dua pekan.
Saat berbicara kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu, 11 Januari 2026, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan berdiam diri apabila Teheran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap rakyatnya sendiri.
“Kami memantau situasi ini dengan tingkat keseriusan yang sangat tinggi,” kata Trump.
Ia menambahkan, “Militer sedang melakukan kajian, dan ada beberapa pilihan yang sangat tegas di atas meja. Keputusan akan kami ambil dalam waktu dekat,” ujar Presiden AS dari Partai Republik tersebut.(disway/nca)

Tag
Share