Pembuatan Raja Bakery Warnai Giatja Warga Binaan Lapas Kelas I Rajabasa

PRODUKTIVITAS: Warga binaan Lapas Kelas I Bandarlampung saat membuat Raja Bakery.--FOTO MUTIA NURSABITHA

BANDARLAMPUNG - Di dalam tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandarlampung atau dikenal dengan Lapas Rajabasa, sejumlah warga binaan mengisi hari-hari dengan kegiatan yang produktif. Melalui program Giatja atau Kegiatan Kerja, lapas tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menyiapkan masa depan warga binaan agar mampu mandiri dan berdaya secara ekonomi. 

 

Salah satu wujud nyatanya hadir dari unit usaha Raja Bakery. Raja Bakery yang dikelola Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Bandarlampung menjadi ruang belajar keterampilan sekaligus ladang harapan warga binaan. Warga binaan dilibatkan secara langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, pemanggangan, hingga pengemasan. 

 

Produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal lapas. Namun, juga dipasarkan kepada masyarakat luas dengan orientasi kualitas, kebersihan, dan harga yang terjangkau.

 

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Bandarlampung Medi Oktafiansyah menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan semata mengejar keuntungan, melainkan membangun kemandirian warga binaan secara berkelanjutan.

 

’’Fokus kami adalah pembinaan. Bukan hanya untuk warga binaan, tapi juga berdampak pada keluarganya di rumah. Banyak yang mendapat ilmu di sini, lalu disampaikan kepada keluarga saat kunjungan dan dipraktikkan di rumah. Bahkan ada yang setelah bebas mampu membuka usaha roti sendiri,” ujar Medi. 

 

Salah satu capaian penting dari program ini, kata Medi, lahirnya kisah sukses mantan warga binaan yang mampu mengimplementasikan keterampilan selama masa pembinaan. ’’Berbekal sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP, mereka memiliki bekal kompetensi yang diakui secara nasional. Kami berharap sertifikat ini benar-benar bermanfaat sebagai modal usaha dan pengakuan keterampilan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

 

Nama Raja Bakery sempat mencuri perhatian publik pada penghujung 2025 melalui berbagai konten promosi di media sosial. Meski demikian, prinsip yang dipegang tetap sama yakni roti serba Rp4 ribu. Dengan lebih dari 15 varian rasa seperti roti O, mesis, moka keju, kelabang cokelat, srikaya pandan, blueberry, strawberry, long john, cokelat keju, cokelat, hingga pisang cokelat, produk ini menunjukkan bahwa harga terjangkau dapat berjalan beriringan dengan kualitas.

 

Tag
Share