Subsidi dan Kompensasi Listrik Capai Rp210 T

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia--FOTO BERITASATU.COM/CELVIN SIPAHUTAR

Ia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan surplus solar yang diperkirakan mencapai sekitar 4 juta ton untuk dikonversi menjadi aviation turbine fuel (avtur) sebagai bahan bakar pesawat terbang.

 

Saat ini, kebutuhan avtur nasional dipenuhi melalui produksi dalam negeri yang sebagian besar dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), serta impor untuk menutup kekurangan pasokan. Dengan konversi surplus solar tersebut, ketergantungan terhadap impor avtur diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

 

“Pada 2026, Insya Allah solar kita sudah clear, avtur-nya juga bisa kita produksi dalam negeri,” tutur Bahlil.

 

Meski demikian, Bahlil mengakui Indonesia masih harus mengimpor bensin karena produksi domestik belum mencukupi kebutuhan nasional. Untuk mengurangi ketergantungan impor, Kementerian ESDM mendorong percepatan pengembangan program etanol sebagai campuran bahan bakar.

 

“Kami menyarankan agar program etanol itu bisa kita jalankan dan bisa kita produksi pada 2027,” ungkapnya. (beritasatu.com/c1)

 

Tag
Share