Subsidi dan Kompensasi Listrik Capai Rp210 T

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia--FOTO BERITASATU.COM/CELVIN SIPAHUTAR

 

’’Kalau ini jadi, maka aliran listrik dari Arun dan Bireuen bisa masuk secara normal, dan transmisi jalur Sumatera sudah bisa connect,” jelas Bahlil.

 

Meski demikian, normalisasi transmisi belum otomatis membuat seluruh desa langsung teraliri listrik. Bahlil mengungkapkan, masih ada sejumlah desa dengan kerusakan infrastruktur berat, seperti akses jalan yang terputus serta jaringan tegangan rendah dengan tiang listrik yang roboh.

 

Selain itu, sebagian wilayah Aceh juga masih tergenang banjir. Menurutnya, pemaksaan aliran listrik dalam kondisi tersebut justru berisiko membahayakan masyarakat. “Kalau ini kita paksakan untuk dialiri listrik, itu akan berdampak pada kecelakaan di masyarakat,” pungkas Bahlil

 

Di sisi lain, Bahlil menegaskan Indonesia tidak akan lagi mengimpor solar mulai 2026. Hal tersebut seiring beroperasinya proyek refinery development master plan (RDMP) Balikpapan yang dijadwalkan rampung pada Desember 2025.

 

Bahlil menjelaskan, tambahan kapasitas produksi dari RDMP Balikpapan diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 barel per hari. Dengan tambahan tersebut, produksi solar nasional akan melampaui kebutuhan konsumsi dalam negeri.

 

“Jadi mulai tahun depan (2026) Indonesia tidak lagi melakukan impor solar karena antara konsumsi dan produksi kita sudah cukup,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).

 

Bahlil menambahkan, meskipun pemerintah belum sepenuhnya mendorong penerapan biodiesel B50, ketersediaan solar nasional dipastikan tetap berada dalam kondisi surplus.

 

Tag
Share