DPRD Lampung Awasi Penyaluran LPG 3 Kg, Tambahan Kuota Menunggu Persetujuan Pusat
Penyaluran gas Elpiji 3 kilogram di Bandar Lampung masih tersendat – FOTO MUTIA/MK RADAR LAMPUNG --
BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung mengajukan tambahan kuota LPG 3 kilogram (Gas Melon) sebesar 19,45 persen atau sekitar 42 ribu metrik ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Pengajuan ini dilakukan karena konsumsi LPG diprediksi meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
DPRD Provinsi Lampung memastikan akan terus mengawasi penyaluran LPG 3 Kg agar tidak terjadi kelangkaan di lapangan. Ketua Komisi IV DPRD Lampung, Mukhlis Basri, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait perkembangan usulan tambahan kuota tersebut.
“Kita mengajukan sekitar 19 persen, tapi kemungkinan disetujui hanya sekitar 11 persen oleh pemerintah pusat,” ujar Mukhlis.
Ia menegaskan komisi IV akan terus memantau distribusi LPG 3 Kg hingga kuota tambahan resmi turun dari pemerintah pusat. “Komisi IV akan terus awasi agar distribusi tetap stabil dan tidak ada kenaikan harga,” tegasnya.
Mukhlis menyebutkan bahwa tambahan kuota diperkirakan dapat terealisasi pada awal Desember, meskipun keputusan final dari pusat belum diumumkan.
Politisi Partai Gerindra itu juga menyoroti penambahan 17 agen baru oleh Dinas ESDM Lampung. Menurutnya, langkah tersebut membantu pemerataan distribusi LPG di masyarakat.
“Kalau penyaluran tidak bermasalah dan tidak ada keluhan dari warga, berarti distribusi sudah merata. Penambahan pangkalan itu solusi, dan sampai sekarang saya belum dengar ada kelangkaan,” ujarnya.
DPRD Lampung memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga stabilitas penyaluran LPG 3 Kg.
“Kami di dewan akan memantau terus, tidak boleh sampai terjadi kelangkaan,” pungkas Mukhlis.
Sementara, Distribusi LPG 3 kilogram di sejumlah pangkalan Kota Bandar Lampung terpantau masih berjalan normal, meskipun sesekali terjadi kekurangan stok, terutama menjelang akhir tahun. Kondisi tersebut terlihat dari pemantauan di SPBU Wolter dan SPBU Sultan Agung, dua pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah kota.
Riani, petugas di SPBU Wolter, mengungkapkan bahwa pangkalannya rata-rata menerima suplai sebanyak 150 tabung per minggu. Jumlah tersebut dinilai cukup memenuhi kebutuhan warga, kendati dalam beberapa waktu stok cepat habis.
“Rata-rata kami mendapat 150 tabung per minggu. Sejauh ini masih sesuai kebutuhan masyarakat, tapi memang ada momen tertentu stoknya cepat habis. Masih dalam batas wajar,” kata Riani, Kamis (28/11).
Ia menambahkan, pengawasan terhadap pembelian LPG subsidi turut memengaruhi ketersediaan. Menurutnya, masih ditemukan pembeli yang tidak termasuk kelompok sasaran.