Jamaah Antusias Mengejar Rida Ilahi

Radar Lampung Baca Koran--

DERETAN kendaraan mengular di jalanan tanah yang berdebu. Bus antarprovinsi, mobil pribadi, hingga pikap berhenti bergantian di dekat gerbang masuk kawasan Kotabaru, Jatiagung, Lampung Selatan. Para penumpangnya turun satu per satu, menenteng carrier penuh pakaian, panci, tabung gas tiga kilogram, tikar, dan peralatan domestik lainnya.

Udara panas memantul dari permukaan jalan, debu beterbangan di antara langkah-langkah antusias jamaah yang menghadiri Tablig Akbar Indonesia Berdoa.

Ribuan pelaku UMKM lokal memanfaatkan acara ini dengan membuka lapak di sekitar lokasi, menjadikan acara ini magnet ekonomi yang menggerakkan sektor transportasi dan konsumsi.

BACA JUGA:Arisan Bodong Senilai Rp1,2 Miliar Dilimpahkan Ke Kejari

Penyelenggaraan acara menunjukkan sinergi yang harmonis antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, menegaskan Lampung siap menjadi tuan rumah acara internasional.

Untuk mendukung kebutuhan mereka, telah disiapkan 3.500 fasilitas MCK serta 200 dapur umum yang beroperasi sepanjang kegiatan berlangsung.

Sejak Jumat, 28 November 2025, arus kendaraan terus mengalir membawa jemaah dari berbagai penjuru Indonesia untuk mengikuti Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 yang berlangsung hingga 30 November.

Hingga pukul 13.00 WIB, deretan bus, truk fuso, mobil pribadi, hingga sepeda motor tampak memadati akses menuju lokasi. Di antara mereka, ada yang bahkan rela menumpang fuso pengangkut motor demi bisa sampai ke majelis dakwah ini.

Di tengah keramaian itu, Achmad Mulyadi, jemaah asal Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten beristirahat sejenak usai perjalanan panjang yang melelahkan.

Bersama rombongannya yang terdiri dari satu bus dan dua mobil, ia berangkat sejak Kamis pukul 10.00 WIB dan baru tiba di Lampung setelah menyeberang pukul 07.00 pagi. Namun bagi Mulyadi, lelah itu tak sebanding dengan tujuan yang ingin diraih.

’’Pertama untuk memperbaiki diri. Kedua, ini tanggung jawab kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW untuk berdakwah ke seluruh alam,” katanya lirih, penuh keyakinan.

Baginya, mengikuti tablig akbar ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan rohani. Ia memaknai kehadirannya sebagai bentuk kepedulian agar tak ada satu pun manusia yang wafat tanpa iman.

“Jangan sampai ada manusia di dunia ini yang meninggal tanpa keadaan beriman. Bagaimana agar sampai bayi terakhir yang lahir menjelang hari kiamat pun meninggal dalam iman, dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke surga,” ungkapnya.

Mulyadi menegaskan, identitas sebagai orang Ciputat atau Indonesia menjadi kabur dalam spirit dakwah. Yang ada hanyalah kesadaran sebagai hamba Allah yang memikul amanah.

Tag
Share