Jalal Abdul Nasir Desak Pertamina Lakukan Transformasi Total Usai Kebakaran Kilang Dumai
Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasi. – FOTO DISWAY --
JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, memberikan perhatian serius terhadap insiden kebakaran yang kembali terjadi di Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai.
Ia menilai kejadian ini sebagai sinyal kuat perlunya transformasi menyeluruh dalam sistem operasional dan keselamatan kerja Pertamina.
”Pertamina harus segera melakukan pembenahan besar-besaran. Kebakaran kilang tidak boleh lagi dianggap peristiwa biasa. Ini persoalan penting yang menyangkut keselamatan, keamanan energi nasional, serta kepercayaan publik. Harus dihentikan secara permanen,” tegas Jalal dalam pernyataan resminya, Minggu 4 Oktober 2025.
Menurutnya, kebakaran yang berulang menandakan adanya kelemahan sistemik, terutama dalam penerapan prosedur operasional standar (SOP) dan sistem keamanan kilang.
Ia menekankan bahwa penanganan parsial tidak akan lagi efektif.
”SOP dan sistem pengamanan otomatis di kilang harus diperkuat secara signifikan. Pertamina wajib memiliki sistem deteksi dini dan pemadam otomatis yang responsif serta presisi. Tidak bisa lagi mengandalkan reaksi manual yang lambat,” jelasnya.
Jalal juga menilai perlu adanya perubahan mendasar dalam budaya keselamatan kerja di lingkungan Pertamina, sehingga aspek keamanan menjadi bagian utama dari seluruh aktivitas operasional perusahaan.
Untuk memperkuat sistem keamanan dan mencegah terulangnya insiden serupa, Jalal Abdul Nasir memaparkan lima langkah konkret yang harus segera dilakukan Pertamina.
Yakni, Melakukan audit menyeluruh terhadap SOP keselamatan dan operasional di seluruh fasilitas kilang minyak; Mengadopsi teknologi otomatis untuk mendeteksi kebocoran, mengaktifkan sistem pemadam kebakaran, serta melakukan penghentian darurat secara cepat; Melaksanakan simulasi dan pelatihan berkala guna meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel terhadap potensi insiden.
Kemudian, menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, khususnya ketika terjadi pelanggaran atau kelalaian dalam prosedur keselamatan dan Berkolaborasi dengan lembaga pengawas independen dan otoritas keselamatan nasional untuk memastikan pengawasan berjalan secara objektif.
Ia menegaskan bahwa Pertamina perlu menanamkan budaya keselamatan kerja sebagai nilai utama perusahaan.
Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap BUMN strategis tersebut.
”Budaya keselamatan harus menjadi DNA setiap pekerja. Tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan,” ujarnya.
Jalal menambahkan, setiap insiden kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa, mengganggu pasokan energi nasional, serta menurunkan citra perusahaan di mata masyarakat.