Ia memilih tanah dan keluarga. Tapi darah jurnalistiknya tak pernah benar-benar kering. Tatapan matanya tetap tajam menyoroti berita yang berlalu-lalang. Dunia pers masih memanggilnya, pelan namun pasti.
Takdir kembali mengetuk pintu. Oktober 2024, bersama sejumlah kolega, Edwin membidani lahirnya PT Tiga Pena Multimedia—cikal bakal media daring Tiga Pena Indonesia.
Dalam waktu singkat, portal ini menunjukkan produktivitas tinggi, menjangkau isu lokal, nasional, hingga internasional.
Dan kejutan belum berhenti.
Setahun berselang, Edwin Apriandi kembali mengguncang jagat pers Lampung Selatan. Ia maju sebagai bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan periode 2026–2029. Dengan langkah mantap, ia mendatangi Sekretariat PWI setempat, Senin (15/12).
Cita-citanya terdengar sederhana, bahkan puitis. Tapi justru di situlah kekuatannya.
“Bersama kita bisa. Saya ingin menyatukan kembali seluruh wartawan PWI Lampung Selatan,” ujarnya.
Bukan sekadar ambisi jabatan, melainkan panggilan batin.
Untuk menimbang kisah ini secara objektif, suara rekan sejawat pun patut didengar. Iwan J Sastra—wartawan senior dan teman seangkatan Edwin—memberi kesaksiannya.
“Di mata saya, Abah Edwin adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Ia lebih mementingkan kantor dan bawahan daripada urusan pribadinya,” ujar Iwan Gondrong, sapaan akrabnya.
Menurut Iwan, kedisiplinan Edwin dalam menjaga kualitas redaksi nyaris tanpa kompromi.
“Kalau tulisan belum lengkap, jangan harap bisa naik cetak. Saya mengalaminya sendiri,” kenangnya.
BACA JUGA: Agrabah Snowworld Hadir di Mall Boemi Kedaton
Bagi Iwan, Edwin adalah guru dalam penulisan. Ketajamannya mengolah informasi dan kepatuhannya pada kode etik jurnalistik menjadi teladan. Meski begitu, ada sisi lain yang tak banyak orang tahu—Edwin pernah menjadi anak band, personel B-4, pentas dari panggung ke panggung. Sebuah potret manusiawi dari sosok yang kini dikenal serius dan tegas.
Kini, sebagai Penanggung Jawab Tiga Pena Indonesia dan kandidat Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi membawa visi besar.