Perplexity Rilis Comet Browser Android

Selasa 25 Nov 2025 - 20:20 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Syaiful Mahrum

JAKARTA - Perplexity resmi meluncurkan Comet Browser versi Android, memperluas kehadiran peramban berbasis artificial intelligence (AI) yang sebelumnya lebih dahulu hadir di desktop. Peluncuran ini menandai langkah agresif Perplexity dalam memperebutkan pasar peramban seluler yang selama ini didominasi Chrome.

 

Mengutip Digital Trend, Minggu (23/11/2025), Comet Browser untuk Android tampil dengan rangkaian fitur yang memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai inti layanan. Pengguna dapat menjadikan Perplexity sebagai mesin pencari utama tetapi daya tarik terbesarnya terletak pada asisten AI yang terintegrasi langsung di dalam browser.

 

Salah satu fitur andalannya adalah mode suara, yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan terkait seluruh tab yang sedang dibuka secara bersamaan tanpa perlu berpindah halaman. AI Comet juga dapat merangkum hasil pencarian, menangani pencarian informasi yang kompleks, hingga membantu aktivitas belanja online.

 

Comet versi Android juga membawa keunggulan yang bahkan belum hadir di versi desktop, yaitu pemblokir iklan bawaan. Fitur ini menghadirkan pengalaman menjelajah yang lebih bersih dan cepat tanpa perlu memasang ekstensi tambahan.

 

Perplexity mengatakan pihaknya tengah menyiapkan fitur lanjutan seperti pengelola kata sandi terintegrasi serta kemampuan agen yang dapat mengambil tindakan langsung di situs web atas perintah pengguna.

 

Peluncuran ini memperlihatkan ambisi Perplexity dalam memimpin kompetisi peramban AI, terutama karena banyak pesaing besar seperti OpenAI dan The Browser Company masih fokus pada platform desktop. Masuknya Comet ke Android membuka peluang besar mengingat volume pengguna yang jauh lebih besar.

 

Perplexity sebelumnya juga menjalin kemitraan dengan Motorola, menandakan rencana jangka panjang untuk menghadirkan AI yang tertanam langsung pada perangkat seluler.

 

Meski menawarkan banyak kemudahan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keamanan dan privasi. Memberikan AI akses luas untuk menelusuri web dan melakukan tindakan otomatis membuka risiko baru. Perplexity menyatakan sedang merancang ulang sistem keamanan dari dasar untuk memastikan fitur-fitur tersebut tetap aman digunakan.

Tags :
Kategori :

Terkait