Kedua, kualitas sinyal dipengaruhi lingkungan. Sebagai layanan berbasis wireless, kualitas sinyal dapat dipengaruhi kondisi geografis, kepadatan bangunan, hingga jarak dari pemancar.
Pada area dengan banyak hambatan fisik atau pengguna sangat padat, kecepatan berpotensi menurun pada jam sibuk.
Ketiga, persaingan dengan RT/RW net ilegal. Internet rakyat juga menghadapi tantangan berupa maraknya layanan RT/RW net ilegal yang menawarkan harga murah tetapi kualitas tidak terjamin.
Kehadiran layanan resmi seperti internet rakyat diharapkan mendorong masyarakat beralih ke koneksi yang lebih stabil dan legal.
Keempat, fluktuasi kecepatan pada penggunaan tinggi. Di beberapa kondisi, terutama ketika jumlah pengguna meningkat atau pemancar terbatas, potensi fluktuasi kecepatan tetap bisa terjadi meski teknologi yang digunakan sudah modern.
Internet rakyat hadir sebagai solusi internet cepat, stabil, dan terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dengan teknologi 5G FWA, kuota unlimited, harga bersahabat, serta pemasangan gratis, layanan ini menawarkan banyak keuntungan terutama bagi wilayah yang belum terjangkau fiber optik.
Meskipun masih memiliki keterbatasan seperti cakupan dan kualitas sinyal yang bergantung pada kondisi lingkungan, internet rakyat tetap menjadi pilihan menarik untuk mendukung aktivitas digital sehari-hari. (beritasatu.com)